DLH Cilegon Targetkan 120 Sekolah Kelola Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon menargetkan 120 sekolah menerapkan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular pada tahun ini, di antaranya melalui Program Kolase yang menjadikan sampah sebagai tabungan pelajar.
Kepala DLH Kota Cilegon Sabri Mahyudin mengatakan, target tersebut merupakan arahan langsung Wali Kota Cilegon Robinsar.
Wali Kota menurut Sabri, telah meminta agar program Kolase (ekonomi sirkular di sekolah) diperluas ke 100 sekolah tambahan setelah tahap awal berjalan positif.
“Pak Wali tugaskan kami, agar Kolase diperluas menjadi 120 sekolah. Saat ini, kami sudah masuk tahap kedua di 16 sekolah, setelah tahap pertama melibatkan 4 sekolah,” ungkap Sabri, Selasa (27/1/2026).
Sabri menjelaskan, program Kolase dijalankan melalui kolaborasi DLH Kota Cilegon, PT Chandra Asri, Bank Sampah, dan perbankan.
Hasil penjualan sampah, selanjutnya dibayarkan melalui rekening, sehingga benar-benar menjadi tabungan bagi siswa atau sekolah.
“Chandra Asri membiayai edukator dan evaluator yang selama enam bulan mendampingi sekolah, memberikan edukasi, melakukan pengawasan, hingga evaluasi program,” ujarnya.
Tak hanya berdampak ekonomi, program ini, juga memberikan edukasi lingkungan secara masif. Pada tahap pertama, tercatat 35.000 orang telah teredukasi dengan total nilai sampah terkumpul Rp37 juta. Sementara tahap dua, saat ini telah mengedukasi 2.568 orang dengan nilai sampah mencapai Rp17 juta.
“Anak-anak belajar memilah sampah. Bahkan, orang tua ikut menitipkan sampah dari rumah. Ini membentuk budaya baru di lingkungan keluarga,” ungkap Sabri.
Ia pun menerangkan, jika program Kolase ditetapkan di SD, SMP, hingga SMA. Salah satu sekolah, SMA Negeri 5 Cilegon, dalam satu kali penimbangan, mampu mengumpulkan hingga Rp800 ribu. Bahkan pada penimbangan sebelumnya, menembus lebih dari Rp1 juta.
“Di beberapa sekolah, hasilnya dikumpulkan per kelas. Ada yang merencanakan uangnya untuk kegiatan bersama, bahkan ada yang dijadikan sedekah sampah untuk membantu sekolah,” tuturnya.
Melalui hasil positif tersebut, DLH Kota Cilegon optimistis perluasan ke 100 sekolah baru, dapat terealisasi tahun ini.
Tujuannya, agar semakin banyak pelajar Cilegon yang terlibat langsung dalam praktik pengelolaan sampah berkelanjutan.
“Harapannya, siswa tidak hanya paham teori, tapi juga merasakan langsung bahwa sampah bisa menjadi tabungan dan memberi manfaat nyata,” terang Sabri. (Penulis: Daeng Yusvin)










