Musim Hujan Datang, TPSA Cilowong Terancam Longsor Kembali

Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong, Kota Serang kini rawan longsor, apalagi pada saat musim hujan. Terakhir, kasus longsor terjadi di TPSA ini pada Januari 2019.

“Kami saat ini baru melakukan pembenahan, tetapi musim penghujan sudah turun di 2019. Sementara anggaran baru akan kami laksanakan ditahun 2020 untuk pemasangan tiang pancang, guna membendung dan menghindari terjadinya longsoran sampah,” kata Ipiyanto, Kepala Dinas Linkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Rabu (6/11/2019).

Meski kondisi TPSA Cilowong mengkhawatirkan, Ipiyanto mengaku tetap berupaya meminimalisir agar tidak terjadi longsor, apalagi sampai memakan korban jiwa. Ia mengaku, pihaknya sudah memasang plang imbauan larangan, dan melakukan penataan serta pemadatan sampah. “Ini untuk menghindari terjadinya longsor,” ungkapnya.

Lanjutnya, persoalan lain yang dihadapi yakni jalan untuk pembuangan sampah belum dibangun kembali, sehingga pada akhirnya pihak DLH Kota Serang membangun jalan alternatif di atas gunungan sampah. Jalan alternatif di atas gunungan sampah itu memiliki resiko tinggi akibat tidak stabilnya landasan jalan.

Baca:

Jalan Di Atas Sampah

“Satu pilihan yang berat sebetulnya membangun jalan di atas sampah itu, kalau ini sampai terjadi (longsor), yang menjadi korban itu bukan masyarakat lagi. Tetapi karyawan kami dari Dinas Lingkungan hidup yang akan terlindas longsor,” katanya.

Lanjutnya, pembangunan jalan alternatif itu terpaksa dilakukan, lantaran jalan yang sebelumnya sangat sempit dan kondisinya bebatuan tajam. Sehingga apabila dilintasi beresiko ban mobil pecah. Namum apa boleh buat, ipiyanto mengaku terpaksa melakukan pembangunan jalan tersebut agar dapat memaksimalkan penataan sampah.

Ipiyanto tetap mewanti-wanti kepada petugas pengangkut sampah, agar tidak menggunakan jalan tersebut apabila sudah masuk musim penghujan. Ia pun menghimbau, bagi masyarakat yang mengais rezeki dari sampah di TPSA Cilowong, agar dalam memilah sampah tidak masuk sampai ke gunukan sampah.

“Jadi cukup di pinggirnya saja, sebelum kita (DLH Kota Serang) mendorong sampah ke bawah,” ujar Ipiyanto. (Sofi Mahalali)

Sofi Mahalali

Berita Terkait