Duabelas Perusahaan memboikot Facebook Karena Ujaran Kebencian

memboikot facebook
memboikot facebook

Setidaknya 12 perusahaan besar memboikot Facebook dengan cara tidak mamasang iklan pada plaform media sosial tersebut. Boikot ini untuk memrotes atas kegagalan Facebook mengatasi ujaran kebencian.

Dikutip dari cnnindonesia.com, ke-12 perusahaan besar dunia yang memboikot itu di antaranya Unilever, rumah produksi Magnolia Pictures, Coca Cola dan The North Face yang memproduksi pelengkapan outdor. Selain tiga perusahaan di atas, perusahaan yang ikut memboikot adalah Arc’teryx, Ben & Jerry’s, Dashlane, Eddie Bauer, Eileen Fisher, Patagonia, REI, Upwork dan Verizon,

Di Indonesia, ujaran kebencian dan hoax di media sosial ditangani kepolisian. Misalnya Polda Metro Jaya tengah menyelidiki 443 kasus penyebaran hate speech dan hoaks terkait virus corona atau penyakit Covid-19 selama bulan April hingga Mei 2020.

Menurut kompas.com, tercatat peningkatan jumlah kasus penyebaran berita hoaks selama pandemi Covid-19 dibandingkan kasus penyebaran hoaks tahun 2019. Dari total keseluruhan kasus yang diselidiki, 14 kasus telah masuk tahap penyidikan dengan menetapkan 10 orang sebagai tersangka.

Para tersangka dijerat Pasal 28 Juncto Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Juncto Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 207, 208 Ayat 1 KUHP. Ancaman hukumannya adalah 6 hingga 10 tahun kurungan penjara.

Baca:

Diboikot Unilever

Sementara itu, Unilever menyatakan akan menarik iklan dan setidaknya akan memboikot iklan di Facebook sampai akhir 2020. Penjelasan itu terdapat dalam situs resmi mereka.

“Saat ini melanjutkan iklan di platform ini (Facebook) tidak akan berguna bagi masyarakat. Kompleksitas lanskap budaya saat ini menempatkan tanggung jawab baru sebuah merek untuk belajar, merespons dan bertindak untuk mendorong ekosistem digital yang aman,” pernyataan Unilever, Sabtu (27/6/2020).

The North Face menyatakan ikut memboikot Facebook melalui twitter. Keputusan mereka juga berlaku pada jejaring media sosial instagram yang dimiliki oleh Facebook.

“The North Face menghentikan semua kegiatan dan iklan berbayar di Amerika Serikat dengan Facebook sampai kebijakan yang lebih ketat untuk menghentikan konten rasis, kekerasan, kebencian dan informasi tidak benar yang beredar di platform itu,” pernyataan The North Face.

Pihak Facebook mengaku menghormati keputusan sejumlah perusahaan atau merek yang memboikot mereka. Pernyataan itu disampaikan oleh Vice President Global Business Group Facebook Carolyn Everson.

“Kami sangat menghormati apa pun keputusan merek dan fokus pada pekerjaan penting untuk menghilangkan ujaran kebencian dan memberikan informasi pemungutan suara yang kritis,” kata Everson.

Sedangkan Coca Cola, sebagai salah satu brand yang kuat dalam dunia periklanan global pun mengikuti jejak brand lainnya mengumumkan akan menangguhkan iklan di media sosial termasuk Facebook selama 30 hari. “Tidak ada tempat untuk rasisme di dunia dan tidak ada tempat untuk rasisme di media sosial,” papar James Quincey, CEO The Coca-Cola Company dalam pernyataan singkat. (IN Rosyadi)

Berita Terkait