Nikmati Layanan, Pengguna Yahoo Groups Diberi Kesempatan Hingga Akhir Tahun 2019

penutupan layanan yahoo groups

Yahoo, perusahaan search engine dan portal internet milik Verizon masih memberikan kesempatan para penggunan Yahoo Groups, salah satu layanannya hingga akhir 2019. Sebelumnya, Yahoo mengumumkan menutup seluruh layanan Yahoo Groups pada 28 Oktober 2019.

Yahoo seperti yang dilansir The Verge, memberikan waktu ekstra untuk mengunggah berbagai konten ke Yahoo Groups. Tetapi Yahoo tetap akan menghapus secara perlahan-lahan seluruh konten di Yahoo Groups mulai 14 Oktober 2019. Di antara konten tersebut adalah file pengguna, polling, foto, folder, link, database, kalender, percakapan, hingga riwayat pesan pengguna.

Yahoo menyarankan pengguna untuk menyimpan dokumen penting yang ada dalam layanan itu, dengan cara mengunduhnya. Perusahaan telah memastikan bahwa setelah akhir tahun ini, semua dokumen dalam Yahoo groups akan hilang dan tak dapat dikembalikan.

Baca:

Yahoo Groups menjadi layanan yang pernah berfungsi sebagai tempat untuk berdiskusi mengenai banyak topik, seperti halnya Reddit. Namun, setelah konten yang lama hilang, Anda tetap akan dapat mencarinya melalui fitur browse.

Dalam sebuah pernyataan, Yahoo menyarankan agar orang-orang tetap menggunakan Groups untuk mengirimkan email. Menurut perusahaan itu, sebagian besar pengguna terhubung dan berbagi konten melalui email.

“Yahoo Groups akan terus menyediakan cara bagi orang-orang untuk terhubung dengan komunitas mereka, sesuai dengan topik yang diminati dan kami akan terus mendengarkan feedback untuk memastikan pengguna kami senang,” ujar pernyataan Yahoo.

Namun, langkah-langkah ini menandakan awal dari akhir layanan yang pertama kali diluncurkan pada 1998 dan dirilis ulang pada 2001. Hingga saat ini, Yahoo belum menjelaskan secara rinci mengapa layanan Groups ditutup. (IN Rosyadi / Dari berbagai sumber)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait