Polda Banten Gelar Inovasi Pelayanan Publik Bidang IT

Foto: Sofi Mahalali

Kepolisian Daerah (Polda) Banten menggelar inovasi pelayanan publik bidang Information Technology (IT) di Mapolda Banten, Kota Serang, Senin (29/10/2018). Kegiatan tersebut dalam rangka studi kelayakan dari Mabes Polri dan Kementrian PAN RB.

Kapolda Banten, Brigjen Pol Teddy Minahasa Putra mengatakan, pihaknya hari ini telah kedatangan tamu tim studi kelayakan untuk mengkaji kenaikan tipe Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (Dipa) Polda Banten dari Dipa B ke Dipa A dari Kementrian PAN RB. Adapun hasilnya, ia mengatakan, akan ditentukan dengan alat (tools) yang telah ditetapkan standard pengukurannya.

“Selama ini ada 9 dimensi dan 48 indikator. Kira-kira seputar itulah, dari Ipoleksosbudhankam. Dari aspek keseluruhan, bahkan dari aspek kekuatan internal Polda Banten sendiri. Jumlah personel, sarana dan prasarana, ancaman, beban tugas, dan sebagainya,” katanya.

Kapolda Banten berharap, dari hasil tersebut agar polda Banten dinaikan dari Dipa B ke Dipa A. Karena Ia menilai, dari 9 dimensi dan 48 indikator tersebut, Polda Banten telah memenuhi syarat. “Kita tau bahwa Banten menjadi salah satu daerah penopang Ibu Kota. Isu-isu kontenporer di Jakarta, tidak terlepas dari kontribusi dari wilayah Banten. Artinya Banten lebih capek daripada Ibu Kota itu sendiri. Karena kita justru yang membendung,” ujarnya.

Baca: IWO Gelar Talk Show Berinternet Bijak di Hotel Le Dian Serang

Deputi Bidang Kelembagaan dan Tatalaksana Kementrian PAN RB, Rini Widiantini mengatakan, telah cukup banyak upaya yang dilakukan Polda Banten untuk melakukan perbaikan terhadap pelayanan publik, dan tata kelola internalnya. “Tadi ada perbaikan di sumber daya manusianya, dan sebagainya. Jadi perbaikan itu tidak hanya pelayanan kepada masyrakat, tetapi perbaikan internalnya juga menjadi perhatian kita. Tadi saya lihat, cukup baik lah,” ucapnya.

Dalam penilaian yang harus dipenuhi Polda Banten, Rini Widiawati mengatakan, terdapat beberpa kriteria. Seperti dilihat dari beban kerja, karena setiap organisasi dapat dilihat perubahannya yakni dari beban kerja yang dihadapi.

“Kita harus melihat bagaimana strategi dia dalam menyelesaikannya. Misalnyalnya tingkat kriminal tinggi, lalulintas, terorisme dan segala macamnya. Jadi tidak hanya melihat data statistik itu, kita juga harus melihat bagaimana upaya-upaya perbaikan dalam beban tugas yang dihadapi. Itu lah penilain-penilaian pokok-nya,” katanya.

Rini mengatakan, untuk hasil penilaiannya sendiri dapat dilihat secara langsung. Karena pola penilaiannya secara online, artinya transfaran. “Kita sangat terbuka, jadi Menpan dengan Mabes Polri membuat suatu tuls untuk melakukan evaluasi. Masing-masing Polda nantinya dapat melihat secara masing-masing,” katanya.

Ia berpesan pada Polda Banten, agar masing-masing Polres memiliki kemampuan yang sama. Karena ia menilai dalam hal ini yang menjadi ujung tobak sebuah perubahan yakni di Polres. “Jadi ketika Polres A melkukan sebuah inovasi, maka inovasi tersebut dilakukan pula di Polres yang lain. Sehingga semua Polres yang ada di Banten itu mempunyai standard pelayanan yang sama,” ungkapnya. (Sofi Mahalali)

Berita Terkait