Google dan Temasek Investasi 1,2 Miliar Dollar AS ke Go-Jek

Foto: Istimewa

Google telah menanamkan dananya dalam perusahaan aplikasi transportasi online Indonesia, Go-Jek, sebagai bagian dari strategi raksasa mesin pencari ini dalam mendukung dan berperan serta dalam pertumbuhan internet Indonesia, kata Caesar Sengupta, wakil presiden Google dalam blog perusahaan.

“Investasi ini membuat kammi bermitra dengan jawara lokal nan hebat dalam ekosistem startup yang tumbuh menjamur di Indonesia, selain juga memperdalam komitmen kami terhadap ekonomi internet Indonesia,” kata Sengupta dalam posting yang diberi judul “Investing in Indonesia”.

Bulan ini, sejumlah sumber berkata kepada Reuters bahwa induk perusahaan Google, Alphabet, perusahaan milik negara Singapura Temasek dan perusahaan-perusahaan lainnya telah membenamkan investasi di Go-Jek sebagai bagian dari putaran penggalangan dana 1,2 miliar dolar AS, dan memperkuat start-up Indonesia itu dalam menghadapi persaingan dengan Grab dan Uber yang memiliki dana lebih besar.

Bermula di tahun 2010 sebagai perusahaan transportasi roda dua melalui panggilan telepon, GO-JEK kini telah tumbuh menjadi on-demand mobile platform dan aplikasi terdepan yang menyediakan berbagai layanan lengkap mulai dari transportasi, logistik, pembayaran, layan-antar makanan, dan berbagai layanan on-demand lainnnya.

Baca: BUMD Pemprov Banten Nunggak Pajak Rp96,45 Miliar

Menurut web go-jek.com, GO-JEK adalah sebuah perusahaan teknologi berjiwa sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di berbagai sektor informal di Indonesia. Kegiatan GO-JEK bertumpu pada 3 nilai pokok: kecepatan, inovasi, dan dampak sosial. Hingga saat ini ada 300.000 ojek yang  tergbung dalam Go-Ride.

GO-JEK telah beroperasi di 50 kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Makassar, Medan, Palembang, Semarang, Yogyakarta, Balikpapan, Malang, Solo, Manado, Samarinda, Batam, Sidoarjo, Gresik, Pekanbaru, Jambi, Sukabumi, Bandar Lampung, Padang, Pontianak, Banjarmasin, Mataram, Kediri, Probolinggo, Pekalongan, Karawang, Madiun, Purwokerto, Cirebon, Serang, Jember, Magelang, Tasikmalaya, Belitung, Banyuwangi, Salatiga, Garut, Bukittinggi, Pasuruan, Tegal,Sumedang, Banda Aceh, Mojokerto, Cilacap, Purwakarta, Pematang Siantar, dan Madura serta pengembangan di kota-kota lainnya pada tahun mendatang. (Berbagai sumber / IN Rosyadi)

Berita Terkait