Hasil Rapid Test di Banten: 201 Orang Reaktif Covid 19

Hingga Minggu (5/4/2020), hasil rapid test virus covid 19 di Banten menunjukan ada 201 orang yang dinyatakan reaktif. Sedangkan yang dinyatakan non reaktif sebanyak 3.984 orang.

jumlah itu merupakan hasil rapid test sebanyak 4.197 alat yang disebar ke kabupaten dan kota di Banten. Sisa alat rapid test yang belum digunakan sebanyak 10.703 alat.

“Hasil rapid test bukan menjadi patokan seseorang positif terkena virus corona atau tidak. Hanya untuk memastikan antibody IGG dan IGM,” kata dr Ati Pramudji Hastuti, Kadis Kesehatan Banten yang juga Juri Bicara Covid 19 Banten dalam grup WA.

Namun Ati tidak menjelaskan soal apa yang dimaksudkan antibody IGG dan IGM terhadap keberdaan virus covid 19 dalam rapid test tersebut.

Ati Pramudji mengatakan, diagnosa positif covid 19 tetap harus melalui PCR dan pemeriksaan swab (lendir). Dari rapid test pertama harus dilakukan test ulang. Jika test kedua positif, baru diperiksa PCR dan swab.

Jubir Covid 19 Banten mengemukakan, alat rapid test dari pemerintah pusat diterima Bantem sebanyak 14.900 unit. Jumlah itu telah didistribuskan ke kabupaten dan kota.

Perincian distribusi itu adalah Kabupaten Serang 1.260 unit, Kabupaten Tangerang 2.600 unit, Kabupaten Lebak 800 unit, Kabupaten Pandeglang 1.240 unit, Kota Tangerang 5.000 unit, Kota Cilegon 560 unit, Kota Serang 840 unit dan Kota Tangsel 2.600 unit.

Menurut Ati, alat rapif test ini diutamakan untuk orang yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP), tenaga kesehatan yang kontak pasien positif (terkonfirm) dan kontak PDP, serta untuk masyarakat yang kontak erat dengan pasien positif covid 19. (IN Rosyadi)

Berita Terkait