Hiburan Malam Tutup, Pemandu Lagu Dan DJ Dirumahkan

Pemandu Lagu (PL) hingga Disc Joky (DJ) ikut terdampak ekonominya karena pandemi covid-19. Mereka dirumahkan oleh pengusaha hiburan malam di Kota Cilegon, Banten, sejak Corona menjadi pandemi di Indonesia.

Penutupan lokasi hiburan malam dilakukan oleh Asosiasi Pekerja Hiburan Cilegon (Asphrigon) untuk mendukung upaya pemerintah memutus mata rantai penularan covid-19.

“Iya tutup total. Ya bagaimana? Dirumahkan semua,” kata Humas Asosiasi Pekerja Hiburan Cilegon (Asphrigon), Panji, melalui pesan singkatnya, Selasa (05/05/2020).

Manajer di New Modern Lounge (LM) itu mengaku pengusaha hiburanalam, mulai dari night club sampai karaoke, berusaha tidak memecat para pegawainya. Sehingga ketika pandemi covid-19 usai, mereka bisa kembali bekerja dan tidak menambah pengangguran di Kota Baja.

Panji berharap agar pandemi covid-19 di Indonesia dapat segera teratasi dan tidak memakan korban lagi. Sehingga tempat hiburannya bisa kembali beroperasi.

“Untuk sementara dirumahkan semua, sampai covid ini selesai. Mudah-mudahan cepat selasai cobaan ini,” terangnya.

Panji mengatakan hiburan malam di Kota Cilegon ada 15 buah, mereka terdiri dari night club hingga karaoke yang mempekerjakan banyak pegawai, mulai OB, bagian office hingga Pemandu Lagu (PL). Namun dia mengaku tidak mengetahui berapa banyak karyawan yang dirumahkan selama pandemi covid-19.

“Banyak pegawai hiburan malam di Cilegon hampir semua dirumhkan, tapu saya kurang tahu berapa banyaknya. Kurang lebih nya ada 15 outlet di sepanjang Merak sampai Kota Cilegon,” jelasnya. (Yandhi Deslatama)

Yandhi Deslatama

Berita Terkait