Korem 064/MY Gelar Komunikasi Sosial Dengan Aparat Pemerintah

Komando Resor Militer (Korem) 064/Maulana Yusuf (MY) melakukan komunikasi sosial dengan aparat pemerintah di Makorem 064/MY, Kota Serang, Selasa (30/4/2019). Komunikasi ini merupakan metode pembinaan teritorial untuk mencapai kesepahaman dan kesamaan persepsi wilayah pertahanan bagi komponen bangsa, termasuk aparat pemerintah.

Komuniasi sosial yang digelar Makorem ini bertemakan “Melalui Komunikasi Sosial Dengan Aparat pemerintah, Kita Tingkatkan Sinergisitas dan Kerjasama Guna Menyiapkan Wilayah Pertahanan dan Kekuatan Pendukungnya Untuk Tercapai Tugas Pokok TNI AD”.

Danrem 064/My, Kol Inf Windiyatno dalam sambutannya yang disampaikan Kasrem 064/MY, Letkol Arh Syafa Susanto dihadapan aparat pemerintah menyampaikan ucapan selamat datang dan ucapan terima kasih yang tulus serta penghargaan yang tinggi kepada para hadirin. “Saya ucapkan selamat datang di Makorem 064/ MY dan ucapan terima kasih yang tulus serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada saudara sekalian, yang selama ini telah berperan aktif bahu membahu dalam menciptakan dan menjaga stabilitas keamanan di Provinsi Banten,” ucap Danrem.

Baca: Peringati HUT ke-73, Persit Korem 064/MY Gelar Pasar Murah dan Pengobatan Gratis

Danrem mengingatkan soal dinamika dan perkembangan Ipoleksosbud (ideologi, politik, sosial dan budaya) akhir-akhir ini yang dinilai banyak kepentingan diusung pihak tertentu dengan mengatasnamakan rakyat dan masyarakat, tetapi sebenarnya hanya memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok yang justru bersifat provokatif.

“Pembangunan tatanan demokrasi yang sedang terjadi saat ini dipengaruhi oleh dinamika kehidupan sosial sehingga perlu disikapi dan direspon oleh kita semua dengan terus berbenah diri agar tetap eksis dan mampu berperan aktif dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” katanya

Danrem 064/MY menilai, kondisi dan situasi umum di Provinsi Banten mengalami banyak kemajuan baik aspek politik, ekonomi, sosial, budaya dan kemanan. “Saya mengajak kepada Bapak / Ibu saudara sekalian untuk mewaspadai kemungkinan masuknya paham yang tidak sesuai dengan jati diri kehidupan bangsa, yang justru dapat menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat dan menjadi potensi ancaman bagi bangsa Indonesia,” kata Danrem.

Karena itu, Danrem mengajak agar semua menjadi motivator di tengah masyarakat dengan menyampaikan pesan yang konstruksi yang dikemas dengan pola bahasa komunikastif tanpa menyudutkan pihak-pihak tertentu. Kemudian, ciptakan pesan moral yang dapat membangun nilai-nilai kebangsaan dan cinta air.

“Selanjutnya pada kesempatan ini para aparatur pemerintah akan diberikan pembekalan di antaranya kebijakan pimpinan TNI AD tahun 2019 di bidang teritorial, keyakinan akan Pancasila sebagai falsafah dan ideologi negara serta pembinaan wawasan kebangsaan,” ujar Danrem mengakhiri sambutannya. (Siaran Pers Penrem 064/MY)

Berita Terkait