Latsitarda Nusantara 2018 Digelar 5 Kabupaten dan Kota di Banten

Foto: Istimewa

Latsitarda Nusantara XXXVIII tahun 2018 dari Mabes TNI, Polri dan Praja yang diikuti 950 taruna memiliki kegiatan berupa karya bakti, kajian sosial, penuluhan, penanaman nilai juang dan promosi taruna. Pelaksanaan kegiatan itu mulai 12 April hingga 8 Mei 2018 di Kabupaten Lebak, Kota Cilegon, Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang.

Demikian disdampaikan Kolonel Inf Erwansyah (Pabanopsdik Akademi TNI) dan Kolonel Mar Umar Farouq (Danmentarlat Danmen AAL) dalam konferensi pers yang digelar di Posko Latsitarda Nusantara XXXVIII tahun 2018 di Jalan Bhayangkara, Cipocok Jaya, Kot Serang, Senin (23/4/2018).

Dalam jumpa pers itu hadir lengkap Danyontarlat I/Akmil (Macan) Letkol Kav Andriyan Wahyu Dwi Atmoko, Danyontarlat II/AAL (Hiu) Letkol Marinir Carles A. Lumban Gaol, Danyontarlat III/AAU (Elang) Letkol Pnb M. Pandu Adi Subrata, Danyontarlat IV/Akpol (Kijang) AKBP Iwan Irmawan, dan Kadiskominfo Pemprov Banten Komari.

Provinsi Banten terpilih menjadi Latsitarda Nusantara XXXVIII tahun 2018 dari Mabes TNI dan Polri karena posisi wilayah yang strategis, dekat dengan Ibukota Negara Republik Indonesia (NKRI), kondisi sosial politik yang perlu ditingkatkan. “Kami berharap dengan menggelar Latsitarda Nusantara di provinsi ini, banyak pelajar yang ingin menjadi taruna baik di TNI, kepolisian mapun praja,” kata Kolonel Inf Erwansyah.

Baca: Dinsos Banten Tandatangani Kerja Sama Bansos Non Tunai

Dia mengatakan, mendaftar dan masuk ke akademi TNI, tidak dipungut bayaran. Sistem perekutannya juga fair dan akuntabel. “Orangtua saya ini petani, saya ikut daftar dan lulus. Ada juga seangkatan saya yang ikut daftar, dia anak Danrem, tetapi tidak lulus. Jadi semua itu tergantung usaha da kepandaian masing-masing calon. Kalau pun ada biaya yang keluar bukan untuk masuk ke akademi, tetapi biaya untuk perjalanan saya, memfotokopi persyaratan dan sebagainya,” katanya.

Sebelumnya, Kolonel Mar Umar Farouq, Danmentarlat AAL menjelaskan, kegiatan fisik di Kabupaten Lebak terdiri dari pengaspalan jalan 600 m dan pembuatan drainase 600 m di Desa Kramatjaya pembangunan Paud Diniyan dan pengerasan jalan 3,5 Km di Desa Cimanyangray (Lebak), perbaikan rumah eks kewedanaan di Gunungkencana, drainase 600 m dan pengaspasan jalan 600 m di Cicaringin, pembuatan drainase 300 m dan pembersihan dan pelebaran jalan 1 Km di Desa Gunungkencana.

Di Kota Cilegon, kegiatan fisik di Keluarahan Mekarsari terdiri dari pembuatan LAP drainase, pembangunan 3 rumah tidak layak huni (RTLH), pengecatan mushola dan pembuatan pavling jalan 150 m. Di Kelurahan Tegalratu terdiri dari pembangunan pavling jalan, pembangunan TPT dan drainase. Di Kelurahan Tamansari adalah pembangunan kampung pelangi (pengecatan dindin, atap rumah dan jalan dengan seni). Di Kelurahan Randakari terdiri dari pembangunan 2 RTLH dan pavling jalan.

Di Kabupaten Pandeglang, kegiatan itu berlokasi di Desa Mandalasari terdiri dari membuka jalan buat warga 1 Km, membangun 2 MCK, renovasi madrasah dan memperbaiki 2 RTLH. Di Desa Saninten adalah pengerasan jalan 450 m, perbaikan 2 RTLH, merenovasi 1 TPA dan renovasi 1 mushola. Di Desa Kadubelang adalah pengerasan jalan 450 m, pembuatan gorong-gorong, perbaikan 2 RTLH, renovasi 1 TPA dan renovasi 1 mushola.

Di Kabupaten Serang berlokasi di Eks Kantor Polsek Cikeusal yang terdiri dari perbaikan tembok penyangga yang terdiri dari 3 tebing, pangaspalan jalan dan mencat mushola Al-Azhar. Di Desa Pamarayan memperbaiki lima RTLH. Di Desa Nagarapadang terdiri dari pengaspalan jalan, pengecatan Masjid Baitul Rohman dan di Desa Tunjungteja terdiri dari perbaikan 6 RTLH, pengecatan kantor desa, rehab masjid dan kurve. (Adityawarman)

Berita Terkait