Nelayan Karanghantu Tak Melaut, Harga Ikan Naik

Foto: Rudi

Para nelayan di Karanghantu, Kota Serang menghentikan aktivitas melaut. Hal ini disebabkan masih tingginya gelombang air laut di wilayah Banten, menyebabkan nelayan sering pulang tanpa tangkapan ikan.

“Kami memilih tidak melaut karena biaya operasional dan akomodasi kapal tidak tertutup hasil penjualan ikan,” kata Rudi Kalces, nelayan di Karanghantu kepada MediaBanten.Com, Senin (1/1/2018).

Kalces mengatakan, selain alasan sering tak dapat ikan, nelayan tidak melaut disebabkan penjualan menurun drastis setelah pergantian tahun baru. Sedang jelang pergantian tahun, ikan-ikan yang dikatagorikan kelas “atas” diborong untuk memenuhi kebutuhan kebiasaan acara bakar ikan malam pergantian tahun baru. Ikan jenis ini adalah Ikan Kakap, Kerapu, Bawal, Cue dan sebagainya.

“Makanya harganya naik. Ikan Kakap yang semula Rp65.000/Kg bisa naik ke Rp75.000/Kg. Hampir semua jenis ikan mengalami kenaikan,” katanya.

Para nelayan merasa takut saat mencari ikan di tengah laut jika keadaan gelombang air laut dan angin yang tidak menentu. Gelombang tersebut diperkirakan mencapai tinggi tiga hingga empat meter.

Andi, seorang nelayan, mengaku selama cuaca buruk sekarang ini, para nelayan hanya memperbaiki kapalnya sambil menunggu cuaca kembali normal. “Sepuluh hari hanya perbaiki kapal aja, biar saat cuaca bagus bisa dipakai melaut lagi, paling kalau cuaca agak mendingan ke laut cari ikan tapi nggak berani ke tengah,” ujarnya.

Andi mengaku, biasanya perhari bisa dapat 30 Kg, tapi dalam keadaan cuaca buruk hasik tangkapan sekitar 2-3 Kg. “Itu sudah syukur, cukup buat makan saja,” katanya. (IN Rosyadi)

 

Berita Terkait