Oli Palsu Marak Beredar, Begini Cara Membedakannya

Kasus penggerebekan oli palsu di sebuah gudang di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang membuat pemilik kendaraan perlu waspada. Sebab kasus ini justru berawal dari Kalimantan Selatan, mengindikasikan oli palsu sudah beredar se-Indonesia.
Banyak kasus mesin mendadak mogok akibat telat mengganti oli. Dampak lanjutannya adalah piston macet, berarti harus turun mesin.
Memastikan oli itu palsu atau tidak lebih teliti dan terbukti jika melalui uji laboratorium. Tetapi pembeli tidak akan sempat, bahkan bisa jadi melalui proses panjang jika pembuktian oli ke laboratorium.
Berikut cara mudah pembeli untuk membedakan, setidaknya mencurigai oli yang dibelinya palsu atau asli. Tidak perlu melalui uji laboratorium, tetapi menggunakan kasat mata.
1. Label Oli

Ini cara paling mudah. Kemasan dipastikan kualitasnya lebih rendah dari asli. Sebab para pemalsu oli akan membuat label dengan biaya yang rendah, jauh dari kemasan aslinya.
Label di kemasan oli palsu biasanya dibuat dengan stiker bontax standar. Stiker Bontax adalah sejenis stiker kertas HVS tapi memiliki kekuatan bendung yang jauh lebih bagus sehingga banyak dipakai untuk label industri, kemasan, dan lain sebagainya.
Ini berbeda dengan oli asli yang labelnya biasa dibuat menggunakan bahan vinyl berkualitas lebih baik.
2. Kemasan Botol

Selanjutnya, memperhatikan kondisi botol untuk mewadahi oli merupakan cara yang paling mudah. Biasanya, pemalsu oli itu cenderung menggunnakan botol bekas untuk mengemas oli paslu. Maka kemasan botol akan terlihat kusam dan jelek.
Kalau mendapati botol oli tidak tampak mulus dan baru, atau ada kerusakan lainnya, oli pilihanmu patut dicurigai.
3. Tutup Botol

Tutup botol kemasan oli bisa menjadi jalan untuk mencurigai apakahh oli ini palsu atau asli. Tutup botol asli akan mencetak nomor identifikasi produk.
Selain nomor identifikasi, adalah segel di tutupnya. Segel di tutup botol asli mesti dalam keadaan belum terbuka. Karena segel ini memang didesain hanya sekali pakai. Segel yang rusak bisa menandakan oli tidak diproduksi di pabrik asli.
Teknologi segel ini memang hanya ditemukan di pabrik-pabrik oli yang asli. Ini adalah teknologi yang tidak bisa ditiru oknum pemalsu oli.
4. Warna dan Bau Oli

Setelah tutup botol, warna dan bau oli bisa menjadi identifikasi keaslian oli tersebut. Oli motor punya warna yang biasanya berbeda, tergantung pada mereknya. Satu hal yang pasti, oli pabrikan asli punya warna yang bening dan tidak mengeluarkan bau asing.
Ini berbeda dengan oli palsu yang biasanya adalah hasil percampuran zat-zat lain. Proses ini menimbulkan hasil akhir oli yang berwarna keruh dan punya bau tidak enak.
(Editor: Iman NR)







