Pejabat Dinkes Banten Dilaporkan Aniaya Mantan Istri

Foto: Istimewa

Mah, salah seorang pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten dilaporkan mantan istrinya Dini Hartati Lubis ke Mapolres Serang Kota. Dalam laporannya, ibu 3 anak yang telah setahun bercerai ini mengaku telah dianiaya oleh mantan suaminya ini.

Diperoleh keterangan, kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Mah ini terjadi pada Sabtu 14 Oktober lalu. Setelah melalui pertimbangan keluarga, kasus itu sudah dilaporkan ke pada 14 November 2017 silam.

Pengakuan korban, ia sudah bercerai dengan suaminya sekira setahun lalu. Keduanya telah dikaruniai tiga orang anak. “Anak yang pertama ikut suami saya. Anak kedua dan ketiga ikut dengan saya,” kata Dini kepada wartawan, Selasa (28/11/2017).

Sebelumnya, keduanya tidak mempersoalkan mengenai hak asuh anak. Keduanya bersepakat membesarkan anak hasil pernikahan mereka meski telah berpisah. Mah kerap mengunjungi kedua anak yang tinggal bersama korban di Griya Lopang Indah, Kota Serang. Pada hari kejadian, Sabtu 14 Oktober 2017, Mah mengunjungi kedua anaknya. Ia berniat mengajak kedua anaknya untuk menghabiskan akhir pekan bersamanya.

Baca: Presiden Tandatangani PP Korban Kejahatan Bisa Tuntut Ganti Rugi

Korban menuturkan, karena keesokan harinya, Minggu 15 Oktober 2017 ada resepsi pernikahan keluarga, Dini tidak mengizinkan Mah membawa kedua anaknya.  “Namanya acara besar keluarga kan, saya ingin ada anak-anak di samping saya,” kata Dini dengan mata berkaca-kaca.

Terjadilah pertengkaran antara keduanya. Mah kemudian menendang dada kiri korban hingga terjatuh. Tidak berhenti di situ, Mah kemudian menendang korban pada punggung sebelah kiri. “Rambut saya juga dijambak sampai saya tidak bisa bangun. Dada saya sesak sekali,” ujarnya.

Melaui telepon, Mah membantah telah menganiaya mantan istrinya itu. Bahkan pejabat eselon 3 ini juga mengaku telah memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan. Kepada penyidik, Mah pun membeberkan kelakuan mantan isterinya yang kerap berbuat tak senonoh dengan pria lain didalam rumahnya.  “Anak saya tidak tahan dengan perbuatan ibunya yang sering bercumbu dengan pria lain didepan anak-anak. Karena tak tahan, anak-anak pingin tinggal bersama saya,” kata Mah.

Mah mengatakan pada malam kejadian dia hanya ingin mengajak dua anaknya untuk menyaksikan pentas seni di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang. Saat tiba di rumah, Mah tidak diperkenankan untuk mengajak anaknya. Mah pun berlalu dan keluar melalui garasi rumah namun ditendang dan dipukul. “Pada saat itu mantan istri saya terpeleset genangan air hingga terjatuh,” jelasnya.

Melihat mantan istrinya terjatuh, Mah kemudian mencoba mengangkat mantan istrinya. “Saya malah dijambak dan datanglah warga seolah-olah saya melakukan penganiayaan. Saksinya kedua anak saya yang melihat secara lamgsung. Bisa ditanyakan kepada anak saya,” kata dia. (Yono)

Berita Terkait