News

Pembayaran Pajak Via Kanal Digital di Kab Tangerang Tembus Rp3,41 Triliun

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang.Provinsi Banten mencatatkan nilai transaksi pembayaran pajak melalui kanal digital QRIS dan Virtual Account menembus angka Rp3,41 triliun.

Kepala Bidang Perencanaan Kebijakan Pelaporan dan Pengolahan Data Pendapatan Daerah Bapenda Kabupaten Tangerang, Audy Ikhsan Arief di Tangerang, Jumat, mengatakan bahwa melalui portal QRIS dan Virtual Account terpadu bisa mengubah perilaku wajib pajak.

Di mana, lanjutnya, nilai transaksi pajak daerah melalui kanal digital melonjak 90,42 persen dari Rp1,79 triliun pada 2024 menjadi Rp3,41 triliun pada 2025.

“Pada sektor retribusi, porsi digital mencapai 71,62 persen dengan nilai tumbuh 78,02 persen dari Rp361,8 miliar menjadi Rp644,2 miliar,” katanya.

Ia mengatakan sebagai dampak positif realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tangerang naik 16,73 persen dari Rp4,614 triliun menjadi Rp5,38 triliun. Kemudian disusul realisasi pajak daerah saja naik 18,19 persen atau Rp657,8 miliar menjadi Rp4,27 triliun dan indeks kemandirian fiskal pun menguat dari 0,5428 menjadi 0,5895.

“Pada tahun 2024, dari total 1.037.149 transaksi pajak daerah, hanya 49,55 persen yang menggunakan kanal digital. Namun pada 2025, angkanya melonjak drastis menjadi 79,83 persen. Kanal nondigital bahkan nyaris hilang, dari 7,45 persen menjadi hanya 0,17 persen,” jelasnya.

Menurut dia, Kabupaten Tangerang sebagai wilayah penopang DKI Jakarta memang dituntut mandiri. Pada APBD 2025, pagu belanja naik Rp400 miliar menjadi Rp9,495 triliun, sementara dana transfer justru berkurang.

Menurut.dia, program ini dieksekusi dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah penyatuan proses bisnis dari 11 jenis objek pajak, termasuk PBB yang selama ini tersebar di sistem berbeda

“Tahap kedua pada triwulan I-II 2025 adalah finalisasi portal dan sosialisasi masif ke wajib pajak melalui pop-up di akun wajib pajak, slip bayar, SKPD, dan leaflet di Kantor Bapenda,” paparnya.

Ia juga menyebutkan untuk tahap ketiga adalah intensifikasi melalui Surat Edaran Bupati Tangerang Nomor 900.1.13.1/609/VII/Bapenda/2025 tentang Percepatan Digitalisasi Pembayaran dan penguatan kapasitas pegawai menjelang “peak season”.

Pembiayaannya pun efisien dengan skema cost sharing. Bapenda menanggung Rp60 juta untuk sistem Virtual Account, sedangkan Bank BJB sebagai RKUD menanggung Rp27,72 juta untuk sistem QRIS.

“Portal ini memiliki empat keunggulan: satu portal untuk semua jenis pajak dan retribusi, user friendly, VA tanpa limit maksimal sehingga transaksi miliaran cukup satu kode dan tenggat waktu pembayaran tujuh hari,” ujarnya.

Lima layanan kekinian itu seperti VA/QRIS PBB, VA/QRIS BPHTB, VA/QRIS PDL yang mencakup PBJT, Reklame dan PAT, VA/QRIS WEB-R untuk retribusi daerah, dan inovasi QRIS Multi PBB yang memungkinkan pembayaran PBB multi-tahun hanya dengan satu QRIS.

Audy mengungkapkan ini bukan sekedar teknologi, tapi dengan didampingi Bank Indonesia Banten melakukan jemput bola, di antaranya melalui Fun Run & Expo dengan menghadirkan QRIS Moling atau mobil keliling yang telah beroperasi sejak 2023 dan inovasi terbaru QRIS TAP.

“Di lokasi, warga bisa membuka rekening, aktivasi m-banking, dan membayar pajak melalui QRIS. Untuk menarik minat, diberikan insentif gula pasir dan minyak goreng bagi pengguna QRIS,” kata dia. (Pewarta : Azmi Syamsul Ma’arif – LKBN Antara)

Iman NR

Back to top button