Pemkab Pandeglang Diminta Buat Peta Potensi dan Rawan Bencana

Foto: Beni Madsira

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNPB) minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang memetakan daerah rawan bencana, sekaligus memetakan potensi bencana. Peta rawan dan potensi bencana itu menjadi dasar berbagai pihak (stakeholders) untuk mengantisipasi penanggulangan bencana.

“Kita harus mulai memetakan  dan melalukan Navigasi wilayah rawan bencana,  dan jenis bencana, seperti tsunami, banjir, longsor, kekeringan. Itu harus dimulai dari sekarang. Berdasarkan itu,  Pemerintah membuat rencana penanggulangan bencana. Sedangkan untuk masyarakat, kita lakukan campaign sosialisasi kesiapsiagaan agar mereka juga tidak panic saat menghadapi bencana,” kata Lilik Kurniawan, Direktur Pemberdayaan Masyarakat BPNPB usai upacara Hari Keseiapsiagaan Mitigasi Penanggulangan Bencana Tsunami di Alun-alun Pandeglang, (22/5/2018).

Lilik menyebutkan, mitigasi terdekat yang harus dilakukan adalah menghadapi kemarau. Karena diperkirakan, pada bulan Agustus-September mendatang, Indonesia akan mengalami puncak kemarau. “Yang kami khawatirkan, mengenai kemarau. Jadi dibulan Agustus-September itu puncaknya kemarau, dan kami harapkan pada waktu itu kita sudah harus siap. Apa yang perlu dilakukan,” ujarnya.

Baca: Bupati dan Wakil Bupati Buka Puasa Bersama Di Rumah Tidak Layak Huni di Leuwigede

Antisipasi harus disiapkan menghadapi kemungkinan terburuk dari puncak kemarau tersebut, termasuk memanfaatkan embung sebagai sarana untuk menyimpan air dalam mengahadapi kemarau. “Kami akan mengajak BPBD memetakan daerah yang kemungkinan menjadi titik rawan bencana. Setelah itu dilakukan langkah-langkah seperti menyiapkan masyarakatnya, logistik, menyiapkan kapasitas di desa dan kecamatan,” jelas Lilik.

Sementara itu, Bupati Pandeglang, Irna Narulita menuturkan, dalam upaya pengurangan resiko bencana, seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat harus tanggap terhadap ancaman bencana baik pra maupun pasca bencana. “Saya minta agar semua pihak terus berupaya dan mengantisipasi pengurangan resiko bencana dan optimalkan mitigasi bencana, saling kerja sama serta lagkah konkret secara periodik,” pesan Bupati Pandeglang.

Saat ini Pemkab Pandeglang menyiapkan Layanan Pandeglang Siaga 112. Layanan ini menerima pengaduan adanya bencana, sehingga bisa direspon secara cepat. “Tetapi layanan ini akan efektif jika semua elemen masyarakat harus merapatkan barisan meningkatkan koordinasi terpadu dan kesinambungan serta berperan secara aktif,” kata Irna. (Beni Madsira)

Berita Terkait