Pemkot Tangerang Luncurkan Bentor Pangan Bang Sama, Jangkau Ke Gang-gang Pemukiman
Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Banten menyebutkan layanan Bentor Pangan Bersama Masyarakat (Bang Sama) adalah upaya pemerintah daerah untuk mempermudah pelayanan produk pangan murah ke pemukiman penduduk.
Wali Kota Tangerang Sachrudin di Tangerang Minggu mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
“Bentor Pangan Bersama Masyarakat adalah salah satu upaya kita dalam rangka melaksanakan program Gampang Sembako dengan memangkas jarak dan biaya bagi warga dalam memenuhi kebutuhan pokok,” kata Wali Kota Sachrudin dalam keterangannya.
Bang Sama berbeda dengan bazar konvensional sebab layanan ini dilengkapi armada yang mampu menjangkau ke berbagai lokasi, termasuk gang-gang pemukiman. Armada itu antara lain menggunakan Bentor atau becak motor.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Muhdorun mengatakan pada tahap awal pihaknya telah menyiagakan tiga unit armada bentor. Armada tersebut akan beroperasi di wilayah Tangerang Timur, Tangerang Tengah, dan Tangerang Barat secara terjadwal.
Muhdorun menegaskan bahwa komoditas yang dijual tetap mengacu pada harga dasar pemerintah, seperti beras yang sesuai dengan harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan.
“Dengan harga dasar dari Bulog Kota Tangerang. Tujuannya agar masyarakat bisa mendapatkan pangan yang berkualitas dan juga terjangkau,” tutur Muhdorun.
Untuk memulai langkah ini, operasional Bang Sama menyasar tiga kelurahan sebagai titik perdana, yakni Kelurahan Sudimara Barat, Kelurahan Tanah Tinggi, dan Kelurahan Priuk.
Mengenai teknis di lapangan, Muhdorun menjelaskan bahwa sistem ini berbeda dengan bazar murah yang biasanya menetap di satu lokasi.
Bang Sama dirancang untuk menyisir kawasan permukiman hingga ke depan rumah warga atau titik-titik yang telah dikoordinasikan dengan pihak kelurahan.
“Jadi tidak lagi sifatnya diam di satu tempat. Masyarakat bisa mendapatkan langsung dari depan rumah yang dilintasinya, atau di titik-titik di mana nanti diarahkan oleh pihak kelurahan,” pungkasnya. (Pewarta : Achmad Irfan – LKBN Antara)











