Sosial

Pemkot Tangerang Percepat Bedah Rumah 100 Unit Dampak Cuaca Ekstrem

Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang melakukan percepatan perbaikan 100 rumah tak layak huni (RTLH) atau bedah rumah karena dampak cuaca ekstrem yang mendorong penanganan segera.

Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang Decky Priambodo di Tangerang, Kamis, mengatakan kegiatan bedah rumah tersebar di 13 kecamatan dengan rincian 11 unit di Kecamatan Tangerang, sembilan unit di Kecamatan Batuceper, tiga unit di Kecamatan Benda, empat unit di Kecamatan Cibodas.

Kemudian sembilan di Kecamatan Cipondoh, Kecamatan Jatiuwung ada 8 unit, Kecamatan Karang Tengah ada 9 unit, Kecamatan Karawaci ada 4 unit, Kecamatan Larangan ada 19 unit, Kecamatan Neglasari ada lima unit, Kecamatan Periuk ada tiga unit dan Kecamatan Pinang ada 7 unit.

“Perbaikan 100 unit ini kita lakukan karena kondisinya sudah memperihatinkan dan ditambah kondisi cuaca. Maka itu kita segerakan dulu pada tahap awal,” kata Decky.

Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang menargetkan program percepatan perbaikan dapat direalisasikan pada pekan depan. Di sisi lain, Pemkot Tangerang memastikan program percepatan direalisasikan secara merata di semua kecamatan.

”Kami tahun ini sudah menerima masukan dari masyarakat ada sekitar 3.355 unit rumah yang diajukan. Proses verifikasi lapangannya juga sudah mulai berjalan tinggal sisanya nanti dikejar sehingga sekitar Juni bisa dipastikan proses perbaikan sesuai target tahun ini bisa mulai berjalan,” pungkasnya.

Wali Kota Tangerang Sachrudin menyatakan , Pemkot Tangerang menargetkan program perbaikan RTLH pada tahun ini dapat menyasar 1.000 unit rumah yang akan direalisasikan secara optimal mulai Juni mendatang.

Adapun anggaran yang ditetapkan yakni sebesar Rp30 juta setiap unitnya. Sementara itu program rehabilitasi RTLH sejak 2014 dan tercatat telah berhasil menyasar 10.656 unit rumah.

“Kami berharap program rehabilitasi RTLH ini bisa berjalan sesuai dengan target yang ditentukan, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang hidup dengan kualitas hunian yang tidak memadai,” tambahnya (Pewarta : Achmad Irfan – LKBN Antara)

Iman NR

Back to top button