Ekonomi

Jelang Nataru, Pengawasan Makanan di Pasar Kota Tangerang Diperketat

Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperketat pengawasan makanan di pasar.

Selain pengawasan rutin, kegiatan yang berkolaborasi bersama Dinas Pertanian Banten, DKP Provinsi Banten dan BPOM Serang ini untuk mengantisipasi potensi tindakan kecurangan atau kenakalan pedagang di momen akhir tahun.

Kepala Dnas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, Abduh Surahman mengungkapkan upaya ini sekaligus untuk mengantisipasi potensi bahaya produk pangan tidak memenuhi ketentuan (TMK), yang cenderung meningkat pada hari-hari besar.

“Melalui intensifikasi yang dilakukan, tim berhasil mengambil 43 sampel pangan. Mulai dari, ayam, lontong, tahu, daging, manisan, hingga kerupuk-kerupuk, 20 sampel di tes boraks, 4 sampel dites rodamin dan 19 sampel di tes formalin,” ungkap Abduh di Pasar Anyar, belum lama ini.

Hasil tes tersebut menyebutkan, terdapat formalin pada ceker dan kepala ayam, ada residu pada sayuran, ada boraks pada lontong dan rodamin pada kerupuk pasir.

Namun secara keseluruhan menyebutkan, keamanan makanan di Pasar Anyer mencapai 93,02 persen.

“Prinsipnya Pemkot Tangerang akan melakukan teguran dan pembinaan. Sebelumnya, kami telah melakukan penindakan pengendalian oleh kepolisian, dan sidang tipiring dilakukan Satpol PP dengan denda dan pembinaan,” jelasnya.

Ia pun meminta, masyarakat harus terus menjalankan protokol kesehatan dan menjadi konsumen cerdas dalam memilih pangan aman. “Mulai dari melakukan cek kemasan, label, izin edar, dan cek kadaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi pangan olahan,” imbaunya. (Reporter: Eky Fajrin / Editor: Iman NR)

Eky Fajrin

SELENGKAPNYA
Back to top button