Pemkab Lebak Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jalan Antara Kecamatan dan Desa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melakukan pemerataan pembangunan melalui percepatan pembenahan infrastruktur jalan yang terkoneksi antar kecamatan dan antar desa.
“Kita berharap dengan percepatan pembangunan jalan itu dapat memperlancar distribusi barang dan jasa serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” kata Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki di Lebak, Minggu.
Selama ini, pembangunan infrastruktur jalan sangat utama dalam mendukung mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi barang dan jasa, terlebih kebanyakan warga Kabupaten Lebak berprofesi petani.
Mereka petani akan memudahkan untuk memasarkan produk hasil pertanian maupun perkebunan dipasok ke luar daerah juga biaya transportasi lebih terjangkau.
Saat ini, pembangunan jalan yang tengah dikerjakan di ruas jalan antarkecamatan Rangkasbitung – Leuwidamar – Sajira sepanjang 3,2 kilometer dengan betonisasi.
Selain itu juga pembangunan jalan yang menghubungkan antardesa sebanyak 42 titik. “Kami minta pelaksanaan pembangunan jalan yang dilakukan oleh pihak ketiga mengutamakan kualitas,” katanya.
Menurut Hasbi, kebijakan itu merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lebak untuk percepatan penghapusan kemiskinan.
Sebab, pembangunan infrastruktur kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Kita meyakini dengan kondisi jalan bagus dipastikan pendistribusian logistik maupun hasil bumi berjalan lancar hingga 24 jam,” katanya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriyandi mengatakan saat ini ruas panjang jalan Kabupaten Lebak itu 749,43 kilometer, 74,86 persen sudah dalam kondisi baik untuk dilintasi berbagai jenis angkutan dengan kondisi aspal hotmix maupun beton.
Namun, sisanya 25,14 persen kondisi jalan rusak dan banyak ditemukan lubang hingga aspalnya mengelupas.
“Kami tahun ini merealisasikan pembangunan jalan antarkecamatan sepanjang 3,3 kilometer, namun lokasi spot-spot yang mengalami kerusakan kurang lebih dengan biaya APBD 2026 sebesar Rp10,6 miliar,” katanya. (Pewarta : Mansyur Suryana – LKBN Antara)









