Pemkot Tangerang Targetkan Rekontruksi 320 Jalan Lingkungan Tahun 2026
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menargetkan rekonstruksi jalan lingkungan pada 320 lokasi yang tersebar di 13 kecamatan pada tahun 2026.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Tangerang Iwan Setiawan di Tangerang, Senin (16/2/2026), mengatakan kegiatan rekonstruksi jalan lingkungan itu dilakukan sesuai usulan masyarakat dan hasil survei yang dilakukan.
“Kita lakukan bertahap kegiatan rekonstruksi dalam menunjang aktivitas warga di lingkungan dan komitmen pemkot menyediakan kebutuhan dasar dalam bidang infrastruktur yang layak,” kata Iwan.
Selain itu Dinas PUPR juga memproyeksikan pembangunan delapan ruas jalan kota untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, sekaligus mengurangi kemacetan di Kota Tangerang.
Beberapa ruas jalan kota baru yang akan dibangun pada tahun ini meliputi Jalan Saluran Pembuangan Semanan Green Lake arah Jakarta, melanjutkan proyek yang sudah berjalan pada tahun sebelumnya, kemudian Jalan Pembuangan Semanan Poris Gondrong, dan Jalan Sisi Saluran Cisadane Barat Bayur.
Selain itu Jalan Sisi Saluran Cisadane Timur-Selatan, Jalan Sisi Saluran Cisadane Timur-Utara, Jalan Sisi Saluran Semanan Hasyim Ashari Cipondoh, Jalan Looping Tanah Gocap Karawaci, dan Jalan Akses Graha Raya-Raden Fatah via Puri Kartika Ciledug.
Adapun pekerjaan pembangunan ruas jalan tersebut dilakukan setelah bulan Ramadhan agar tidak mengganggu akses mobilitas masyarakat dan kelancaran pada masa mudik.
”Realisasi pembangunan ditargetkan pada awal bulan April agar tidak mengganggu akses mobilitas bagi aktivitas masyarakat di musim Lebaran Idul Fitri mendatang,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan meminta seluruh perangkat daerah, camat, dan lurah, untuk mengatur personel secara efektif guna memastikan pemantauan kondisi kota berjalan selama 24 jam, terutama pada isu-isu strategis seperti infrastruktur jalan, banjir, persampahan, serta kondusifitas wilayah menjelang bulan Ramadhan.
“Atur personel dengan baik. Pastikan ada yang memonitor wilayah setiap saat. Kota ini harus terpantau 24 jam. Jika ada persoalan di lapangan, segera tindak lanjuti. Jangan menunda,” tegasnya. (Pewarta : Achmad Irfan – LKBN Antara)










