Wagub: Banten Targetkan Bangun 1.000 Perpustakaan

Foto: Pemprov Banten

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengatakan, kehadiran perpustakaan di masyarakat harus mampu meningkatkan kualitas kehidupan di sekitarnya. Untuk itu, Pemprov Banten berkomitmen meningkatkan kualitas perpustakaan disamping juga menargetkan kuantitas perpustakaan.

“Makanya visi-misi Pak Gubernur dan saya juga kan di sektor ini adalah membangun 1.000 perpustakaan di Banten,” kata Andika kepada pers usai menerima audiensi dari Dewan Perpustakaan Provinsi Banten di ruang kerja Wakil Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang, Senin (12/2).

Andika mengungkapkan, yang dimaksud dapat meningkatkan kualitas kehidupan warga itu adalah bagaimana perpustakaan mendorong warga di sekitarnya menjadi berdaya secara sosial, ekonomi maupun yang lainnya. “Misal bagaimana kemudian dengan mengakses perpustakaan, pertanian warga menjadi bertambah pengetahuan tentang pertanian dan berkembang, dan seterusnya,” ujarnya.

Kata Andika, pada tahap perpustakaan sebagai sarana untuk meningkatkan minat baca, maka perpustakaan dituntut untuk bisa tampil lebih menarik, di antaranya bisa mengadopsi konsep-konsep sarana rekreasi yang membuat pengunjung menjadi nyaman dan terhibur. “Jadi, kita harus melakukan terobosan untuk menumbuh kembangkan budaya gemar membaca dengan menjadikan perpustakaan sebagai sumber informasi dengan konsep rekreasi,” ujarnya.

Baca: Lukman Terpilih Jadi Ketua DPC PGMI Cihara

Sementara itu, anggota Dewan Perpustakaan Provinsi Banten Dece Aryadi mengatakan, pihaknya sangat mendukung visi-misi Wahidin-Andika yang menargetkan pembangunan 1.000 perpustakaan di Banten. “Yang perlu dilakukan adalah mengoptimalkan perpustakaan-perpustakaan yang sudah ada, seperti perpustakaan sekolah dan juga taman-taman bacaan,” kata Dece.

Dece sependapat dengan Andika yang menginginkan agar keberadaan perpustakaan dapat mendorong pemberdayaan warga meningkatkan kualitas hidup warga. Saat ini hal-hal yang mendesak diperbaiki adalah di antaranya mengenai bagaimana perpustakaan bukan hanya dijadikan sebagai tempat menyimpan koleksi buku. Lebih dari itu, lanjutnya, perpustakaan saat ini membutuhkan pengelolaan yang baik dan sesuai dengan perkembangan zaman.

“Kalau sekarang kan pengelola perpustakaan itu malah banyaknya bukan pustakawan. Jadi mereka kurang paham bagaimana perpustakaan harus dikelola. Idealnya, perpustakaan yang dikelola oleh pustakawan yang memang berlatar belakang pendidikan sarjana perpustakaan,” katanya.

Pada kesempatan beraudiensi dengan wagub, dewan perpustakaan juga mengutarakan permintaan dukungan dari Pemprov Banten terkait dengan operasional Dewan Perpustakaan. Menurutnya, sejak dibentuk 2016 lalu, Dewan Perpustakaan Provinsi Banten belum pernah mendapatkan dukungan dana untuk kebutuhan operasional mereka sehingga bisa menjalankan program mereka secara maksimal.

Dikatakan Dece, tugas Dewan Perpustakaan sesuai Undang-undang Republik Indonesia No. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan pasal 44 No.6, adalah memberikan pertimbangan, nasihat dan saran bagi perumusan kebijakan dalam bidang perpustakaan; menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat terhadap penyelenggaraan perpustakaan; dan melakukan pengawasan dan penjamin mutu layanan perpustakaan. (The Millennials –Tim Media Wagub Banten)

Berita Terkait