Opini

Menelaah Sosok Bakal Calon Gubernur Banten Tahun 2024

Setelah Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres), tahun 2024 juga akan diselenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Salah satu daerah yang akan melaksanakan pilkada ini adalah Provinsi Banten, daerah yang dikenal sebagai tanah jawara. Beberapa nama sudah muncul yang digadang-gadang bakal jadi Calon Gubernur Banten.

OLEH: KELOMPOK 2 KELAS 4E IKOM FISIP UNTIRTA *)

Beberapa calon yang ramai dibincangkan tidak akan jauh dari tokoh yang sebelumnya pernah menduduki kursi gubernur di tanah jawara ini. Misalnya Airin Rachmi Diany ternyata merupkan adik ipah Ratu Atu Chosiyah, mantan Gubernur Banten yang tersandung kasus korupsi.

Airin Rachmi Diany juga merupakan mantan walikota Tangerang Selatan yang menjabat selama dua periode yaitu pada tahun 2011-2021.

Di bawah pimpinan Airin Rachmi Diany, Tangerang Selatan berkembang dengan pesat, dimana indeks pembangunan manusia, tingkat pertumbuhan ekonomi, angka harapan hidup, pendapatan perkapita, kemampuan daya beli dan angka harapan lama sekolah terus mengalami peningkatan. Tak hanya itu, di bawah kepemimpinan Airin, Tangerang Selatan juga dijadikan smart city.

Selain prestasi Airin di Tangerang Selatan, Airin juga merupakan Adik ipar dari Ratu Atut Chosiyah, seperti yang kita ketahui, Keluarga Atut merupakan salah satu keluarga yang sangat berpengaruh dalam lingkungan politik serta pemerintahan di tanah jawara.

Hal tersebut yang menjadikan Airin Rachmi Diany dianggap sebagai kandidat yang sangat kuat untuk memenangkan Pilkada Banten nanti.

Di lain sisi pada pemilihan legislatif (Pileg) kemarin, Airin mendapatkan suara terbanyak di daerah pemilihan (Dapil) III (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan), dan hal itu yang akan mengganggu Airin dalam menentukan pilihan untuk maju atau tidak pada pilkada 2024 nanti.

Karena sejatinya dia sudah mendapatkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Pertanyaannya adalah apakah Airin rela melepaskan kursi sebagai anggota DPR RI untuk berlaga di Pilkada Banten.

Selain sosok Airin Rachmi Diany, Rano Karno juga merupakan tokoh yang digadang-gadang akan maju untuk memperebutkan kursi pada pilkada 2024 nanti.

Rano Karno dulunya merupakan seorang aktor, penyanyi, politikus, dan juga sutradara. Rano Karno saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI Dapil Banten III untuk masa jabatan tahun 2019-2024.

Sebelum menjabat di legislatif, Rano Karno pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Banten yang kemudian menjadi pejabat pelaksana tugas (Plt) periode 2015 – 2017, menggantikan Ratu Atut Chosiyah setelah tersandung kasus korupsi.

Dengan latar belakang politiknya di daerah Banten ini, sosok Rano Karno dianggap sebagai salah satu kandidat kuat untuk melawan Airin di Pilkada Banten nanti.

Tidak hanya dua kandidat diatas yang namanya ramai dibincangkan akan memperebutkan kursi Calon Gubernur Banten di Pilkada nanti. Nama lain seperti Wahidin Halim juga tidak kalah ramai dibincangkan sebagai kandidat kuat dalam pilkada Banten.

Wahidin Halim juga pernah menjabat 2 periode sebagai Walikota Tangerang pada tahun 2003-2013 dan juga Gubernur Banten periode tahun 2017-2022.

Wahidin Halim terpilih sebagai Gubernur Banten pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten tahun 2017 setelah mengalahkan rivalnya yaitu Rano Karno dengan perolehan suara kemenangan yang sangat tipis meskipun hanya unggul di Kota Tangerang dan Kabupaten Serang.

Dengan jejak politiknya ini, nama Wahidin Halim mencuat sebagai calon kandidat dalam Pilkada Banten.

Selanjutnya calon kandidat gubernur yang sama kuatnya, Dimyati Natakusumah, tokoh pandeglang yang telah lama melintang di DPR RI ini dari tahun 2009 – 2018, 2019 – Sekarang.

Dimyati merupakan elit politik yang menguasai Kabupaten Pandeglang. Dia berniat untuk mencalonkan diri pada Pilgub yang akan datang.

Bahkan Baliho dari Dimyati Natakusumah sudah tersebar di mana – mana serta beredar visi-misi yaitu akan merencanakan alokasikan dana 1 milyar tiap desa jika terpilih nanti.

Dari tokoh – tokoh sebagai Calon Gubernur Banten yang akan datang, ada juga tokoh muda yang masuk ke bursa calon Gubernur Banten yaitu Ratu Ageng Rekawati, anak dari tokoh banten KH Tb Abah Sangadiah.

Ratu Ageng Rekawati ini sangat concern terhadap pelestarian Budaya Banten serta aktif di berbagai kegiatan sosial. Ratu Ageng Rekawati atau biasa disebut orang dengan RAR ini makin menterang di kalangan masyarakat bawah karena dianggap oleh masyarakat lahir dari rahim rakyat serta bebas dari politik dinasti yang ada di tanah Jawara.

Bahkan RAR ini juga sudah memilki sembilan program kerja yang akan dilaksanakan jika ia terpilih nantinya serta beliau juga berniat akan fokus kepada pengembangan akhlak generasi muda dan kesejahteraan para ustadz yang ada di Provinsi Banten jika dia terpilih jadi Gubernur Banten.

Nama Iti Octavia Jayabaya, mantan Bupati Lebak, anak dari Mulyadi Jayabaya diprediksi akan turut muncul meramaikan Pilgub Banten. Nama lainnya juga yang bakal muncul adalah Gembong R Sumedi (Wakil Ketua DPRD Banten dari Fraksi PKS) dan Al Muktabar yang sekarang menjabat Pj Gubernur Banten.

Dari deretan nama bakal calon (Balon) Gubernur Banten yang muncul ke permukaan, tampaknya Airin Rachmi Diany bukan lawan yang mudah bagi bakal calon yang lainnya. Karena Airin dinilai memiliki “power” yang sangat luar biasa di Banten.

“Power” Airin Rachmi Diany adalah apa yang sering disebut The Power Of Ratu Atut Chosiyah, yaitu dinasti politik yang mengusai berbagai jabatan politik mulai dari walikota, bupati hingga anggota DPRD, DPR RI dan senator atau DPD.

Terlepas dari hingar bingarnya jelang Pilkada, sesungguhnya Banten membutuhkan sosok pemimpin yang mampu membuat terobosan untuk menekan penggangguran yang tercatat sebagai pengangguran tertinggi di Indonesia 7,52 persen pada November 2023.

Selain itu Provinsi Banten juga memerlukan infrastruktur yang mmerata hingga ke desa-desa karena hal itu penting untuk menunjang keberlangsungan hidup masyarakat.

Masalah kesejahteraan di Banten juga perlu diperhatikan karena angka kemiskinan di Provinsi Banten terbilang cukup tinggi hingga 6 persen. (**)

*) OPINI ini ditulis Kelompok 2 Kelas 4E Ikom Fisip Untirta yang beranggotakan Yusuf Adam Danendra, Moh Fahmi Fauzan, Muhammad Sofan, Irvan Setia Maulana dan Samuel Adi Gunawan Manullang.

Iman NR

Back to top button