Pendaftaran Mudik Gratis Gunakan Kapal Roro Sudah Dimulai

Bulan puasa saja belum dimulai, tetapi Kementrian Perhubungan (Kemenhub) sudah membuka pendaftaran mudik motor gratis dengan kapal penyeberangan Roro. Hingga Selasa (9/4/2019), pendaftar mudik gratis itu sudah mencapai 25 persen dari kuota.

“Per Selasa (9/4/2019) telah terdaftar 589 sepeda motor dan 1.250 penumpang untuk mudik dan balik dengan kapal penyeberangan,” kata Budi Setiyadi, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub seperti yang dilansir republika.co.id.

Budi mengatakan nantinya mudik motor gratis dengan kapal Roro akan diberangkatkan serentak ke tiga kota. Semua kota tersebut yaitu Lampung, Semarang, dan Surabaya pada 1 Juni 2019.

Dari pendaftaran yang masih terus berlangsung, Budi memaatikan masih tersedia kuota total untuk lima ribu motor dan 10 ribu penumpang yang dapat diangkut dengan kapal Roro. “Kami akan berangkatkan tiga kapal Roro untuk tujuan Lampung, Semarang, dan Surabaya,” tutur Budi.

Baca: Gubernur Banten Perintahkan Atasi Kemacetan Di Seputar Pasar Baros

Budi mengatakan para calon pemudik juga masih dapat mendaftar untuk mengikuti program mudik motor gratis tersebut. Pendaftaran masih dibuka melalui online pada laman resmi Kemenhub mudikgratis.dephub.go.id.

Saat ini, jumlah pemudik dengan kapal Roro terbanyak yaitu pada rute Jakarta-Semarang sejumlah 302 sepeda motor dan 624 penumpang. Sementara untuk pendaftar rute Jakarta-Pelabuhan Panjang, Lampung tercatat sebanyak 30 sepeda motor dan 30 penumpang. Untuk rute Jakarta-Surabaya telah terdaftar 66 sepeda motor dan 124 penumpang.

Untuk arus balik pada rute Semarang-Jakarta telah terdaftar 148 sepeda motor dan 389 penumpang. Selanjutnya rute arus balik Pelabuhan Panjang, Lampung-Jakarta terdaftar 11 sepeda motor dan 27 penumpang. Sementara Surabaya-Jakarta pada arus balik terdaftar 32 sepeda motor dan 83 penumpang. (IN Rosyadi)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait