Perumda TB Tangerang Pastikan Kualitas Pelayanan Air Bersih Terjaga
Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang, Banten, memastikan penambahan pelanggan baru tidak mengurangi pasukan dan kualitas pelayanan air bersih kepada pelanggan yang sudah berjalan.
“Kami pastikan, pasokan air bersih kepada masyarakat tetap normal tanpa adanya pengurangan terkait rencana penambahan pelanggan baru di tahun ini sebanyak 17 ribu pelanggan,” kata Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang Joko Surana dalam keterangan di Tangerang, Senin (16/2/2026).
Ia mengatakan saat ini jumlah pelanggan Perumda Tirta Benteng tercatat sekitar 165 ribu sambungan rumah dengan target meningkat menjadi sekitar 181 ribu pelanggan pada akhir 2026 atau bertambah 17 ribu pelanggan baru.
Pihaknya menargetkan penambahan 17 ribu pelanggan baru selama 2026 yang terdiri atas 7.000 di zona I dan 10.000 pelanggan di zona 2.
“Untuk 10 ribu sambungan rumah dibutuhkan sekitar 100 liter per detik. Saat ini masih ada cadangan kapasitas 300 liter per detik, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan air bersih,” katanya,
Pengembangan Zona
Direktur Utama Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang Doddy Effendy mengatakan zona I meliputi Kecamatan Neglasari, Batuceper, Benda, Cipondoh, dan Tangerang, sedangkan zona 2 meliputi Periuk, Cibodas, Jatiuwung, dan Karawaci.
Pengembangan di zona ini melalui percepatan pembangunan jaringan perpipaan dan optimalisasi distribusi air
Perumda Tirta Benteng telah menyiapkan instalasi pengolahan air dengan kapasitas total 1.000 liter per detik di zona 2 yakni melalui IPA Sitanala 1 dan IPA Sitanala 2. “Masing-masing berkapasitas 500 liter per detik,” katanya
Untuk zona 3, saat ini masih dalam tahap pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) dan jaringan perpipaan. Diharapkan sebagian wilayah di zona 3 sudah dapat mulai dilayani pada 2026.
Selain perluasan jaringan, Perumda Tirta Benteng juga terus meningkatkan kualitas layanan pelanggan melalui digitalisasi.
Saat ini, hampir seluruh pembayaran sudah dapat dilakukan melalui kanal pembayaran daring. “Layanan pengaduan pelanggan juga tersedia secara daring melalui aplikasi, sementara loket layanan offline tetap dibuka di wilayah Cibodas dan Karawaci,” katanya. (Pewarta : Achmad Irfan – LKBN Antara)










