Puslabfor Mabes Polri Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Ciruas

Foto: Yono

Kebakaran di Pasar Ciruas, Kabupaten Serang yang melumat habis 117 kios, saat ini telah ditangani petugas Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor). Kedatangan tim dari Mabes Polri yang dipimpin Iptu Tatang Kukuh ini untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran. Dalam olah TKP ini, Tim Puslabfor juga didampingi sejumlah personil Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres Serang.

“Terkait penyebab kebakaran Pasar Ciruas, kami tidak dapat menduga-duga. Ini harus dilakukan dengan penyeldikan dan kesimpulan yang pasti,” ungkap Kanit Reskrim, Iptu Samsul Fuad, mengutip keterangan Kepala Tim Puslabfot, Iptu Tatang, Senin (15/2/2018).

Iptu Samsul mengatakan dalam olah TKP ini, Tim Puslabfor melakukan penyelidikan terkait penyebab terjadinya kebakaran dimulai dengan melakukan pemeriksaan tingkat kerusakan yang diakibatkan kebakaran. Tim Puslabfor juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dilokasi kejadian yang melihat pertama kali kebakaran terjadi.

“Hasil dari penyelidikan ini akan dijadikan referensi tim puslabfor untuk dibuat kesimpulan penyebab terjadinya kebakaran. Kesimpulannya nanti akan dilaporkan secara tertulis dalam waktu dekat,” ungkap Samsul.

Sementara itu, Ketua Posko Kebakaran Pasar Ciruas, Ali mengatakan kerugian materi yang dialami para pemilik kios mencapai Rp6,480 milar. Angka ini, menurut Ali, berdasarkan laporan dari 41 pemilik toko yang masuk ke Posko Kebakaran. Ali tak menampik jika jumlah yang terbakar dan kerugian materi akan bertambah seiring belum seluruhnya pemilik toko dan kios melapor.
“Sejauh ini baru 41 pemilik toko yang melapor ke posko, jadi ada kemungkinan jumlah kerugian materi dan toko yang terbakar bertambah,” kata Ali.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pasar Tradisional Ciruas, yang berlokasi di Jalan Raya Serang – Jakarta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Rabu (10/1/2018), mengalami kebakaran. Kebakaran yang terjadi pada dinihari tersebut mengakibatkan sedikitnya 117 toko dan kios ludes menjadi abu. Meski belum diketahui secara pasti, kebakaran diduga akibat korsleting listrin. (Yono)

Berita Terkait