Sebanyak 12 Perusahaan Digital Pungut PPN Ke Pelanggan Indonesia

Sebanyak 12 perusahaan yang menyediakan layanan digital menyatakan siap memungut pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% kepada konsumennya. Pemungutan PPN itu mulai dilakukan 1 Oktober 2020 kepada pelanggan di Indonesia.

Demikian keterangan Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP, Hestu Yoga Seksama, Selasa (8/9/2020). Katanya, ke-12 perusahaan tersebut telah memenuhi kriteria sebagai pemungut PPN atas barang dan jasa digital yang dijual kepada pelanggan di Indonesia.

“Dengan penunjukan ini, maka sejak 1 Oktober 2020 para pelaku usaha tersebut akan mulai memungut PPN atas produk dan layanan digital yang mereka jual kepada konsumen di Indonesia,” ujarnya seperti dikutip dari cnnindonesia.com.

Ia menuturkan besaran pajak penambahan nilai yang harus dibayar pelanggan adalah 10 persen dari harga sebelum pajak. Selain itu, pungutan PPN harus dicantumkan pada kuitansi atau invoice yang diterbitkan penjual sebagai bukti pungut.

Baca:

Dengan bertambahnya 12 perusahaan, maka jumlah total perusahaan yang ditunjuk sebagai pemungut PPN hari ini berjumlah 28 badan usaha.

Hestu menyebut pihaknya terus mengidentifikasi dan menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan lain yang menjual produk digital luar negeri ke Indonesia. Tujuannya, untuk melakukan sosialisasi dan mengetahui kesiapan mereka memungut PPN.

“Diharapkan, dalam waktu dekat jumlah pelaku usaha yang ditunjuk sebagai pemungut PPN produk digital akan terus bertambah,” tuturnya.

Menariknya, dari 12 perusahaan tersebut, terdapat sejumlah marketplace seperti PT Shopee International Indonesia dan PT Jingdong Indonesia Pertama atau JD.ID. Namun, DJP memberikan aturan khusus pada pemungut yang merupakan marketplace wajib pajak dalam negeri.

“Khusus untuk marketplace yang merupakan wajib pajak dalam negeri kemudian ditunjuk sebagai pemungut, maka pemungutan PPN hanya dilakukan atas penjualan barang dan jasa digital oleh penjual luar negeri yang menjual melalui marketplace tersebut,” imbuh Hestu.

Berikut rincian 12 perusahaan pemungut PPN yang baru ditunjuk oleh DJP:

1.LinkedIn Singapore Pte. Ltd.

2. McAfee Ireland Ltd.

3. Microsoft Ireland Operations Ltd.

4. Mojang AB

5. Novi Digital Entertainment Pte. Ltd.

6. PCCW Vuclip (Singapore) Pte. Ltd.

7. Skype Communications SARL

8. Twitter Asia Pacific Pte. Ltd.

9. Twitter International Company

10. Zoom Video Communications, Inc.

11. PT Jingdong Indonesia Pertama

12. PT Shopee International Indonesia

(IN Rosyadi)

Next Post

Ratu Ati Maryati, Balon Pilkada Cilegon Dinyatakan Positif Covid 19

Rab Sep 9 , 2020
Ratu Ati Marliyati, Calon Walikota Cilegon Inchumbent dinyatakan Positif covid-19, usai memeriksakan diri ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon. Hasil pemeriksaanya keluar Rabu malam, 8 September 2020. Ratu Ati memang tidak nampak sepanjang hari Rabu di RSUD Cilegon untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan sebagai tahapan calon kepala daerah (Cakada) Cilegon. […]