Sebanyak 25 Sopir Ikut Pemilihan Sopir Teladan Kota Serang

Kabid Angkutan Darat Dishub Kota Serang, Bambang Gartika Thoyib. Foto: Sofi Mahalali

Sebanyak 25 sopir angkutan umum mengikuti pemilihan sopir teladan yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Kota Serang di salah satu Restoran di Kota Serang. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya budaya tertib dalam berlalaulintas, Selasa (25/6/2019).

Kabid Angkutan Darat Dishub Kota Serang, Bambang Gartika Thoyib mengatakan, sesuai dengan surat yang dukeluarkan oleh Dirjen Kementrian Perhubungan Darat, pemilihan sopir teladan atau Abdi Yasa teladan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Dishub Kota Serang selama satu tahun sekali.

“Jadi kegiatan pemilihan supir teladan ini berjenjang, dari tingkatan Kabupaten/ Kota. Yang terpilih nanti akan di kirim ke tingkat Provinsi. Jika di Provinsi terpilih nanti akan di kirim ke tingkat nasional,” ujar Bambang saat ditemui di Ruang Kerjanya.

Bambang menyebutkan, pada ajang abdi yasa teladan tingkat Kota Serang juara pertama diraih oleh Ayub Permana sopir Taxi Bluebird, kedua Mas Wardi dari Damri, dan juara ketiga diraih oleh Rian Tahrudin dari sopir Angkot.

Baca:

“Kebetulan dari yang kita undang, setiap perwakilan ada yang menjadi pemenang. Seharusnya si kalau liat dari jumlah peserta, yang memiliki peluang menjadi pemenang dari angkot. Karena jumlahnya lebih banyak,” ungkapnya.

Bambang menuturkan, untuk menjadi pemenang sopir teladan tingkat Kota Serang, peserta diharuskan mengikuti beberpa penilaian. Mulai tes pengetahuan dari sisi undang-undang lalulintas, pertauran Kepolisian, dan Jasaraharja. Ia menuturkan, kegiatan tersebut diikuti oleh tiga PO, yakni dari Damri, Taxi Bluebird, dan sopir angkutan umum (Angkot).

“Yang mengikuti tadi dari PO Damri yakni 5 orang, taxsi Bluebird 5 orang dan dari supir Angkot sebanyak 15 orang. Kita pengennya sih semua PO kita undang. Cuma tidak mungkin. Karena keterbatasan anggaran,” ucapnya.

Bambang berharap, dengan adanya pemilihan sopir teladan ini minimal para sopir bisa taat aturan lalu lintas. (Sofi Mahalali)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait