Sekretaris Dindikbud Banten Mengaku “Dicemberutin” Gara-gara Tolak Titipan Pelaksanaan SPMB
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Rachmat Tamam membenarkan tidak bisa memenuhi permintaan atau titipan calon murid agar bisa lolos dalam pelaksanaan SPMB atau Sistem Penermaam Murid Baru (SPMB) SMAN, SMKN dan Skhn.
Akibatnya sikapnya itu, dia juga mengaku menerima perlakuan yang tidak enak dari rekan atau kenalannya, tetangga dan bahkan saudara. Ada yang cemberut, ada juga yang “melengos” ketika bertemu.
“Banyak pesan WA (WhatsApp) masuk ke saya yang intinya menitipkan anak, saudara atau kenalannya, bahkan ada staf Dindik sendiri untuk lolos di SPMB. Saya paling jawab secara formal, aturannya begini, begitu. Lalu saya melakukan sosialisasi cara daftar di SPMB,” kata Rachmat Tamam, Sekretaris Dindikbud Provinsi Banten kepada MediaBanten.Com, Sabtu (13/6/2026).
Dan biasanya pada akhir balasan pesan itu dia mengaku memberikan emoji tanda dua tangan yang mengatup yang menyatakan secara tidak langsung bahwa tidak ada titip menitip dalam pelaksanaan SPMB.
Dia juga mengaku didatangi seorang anggota LSM dan juga seorang wartawan yang menitip anaknya. Ternyata anak itu tidak diikutseratakan dalam Pra SPMB. Padahal Pra SPMB itu sangat penting untuk mengikuti SPMB nantinya.
“Kalau Pra SPMB enggak ikut, kan berarti si anak tidak bisa ikut proses selanjutnya dalam SPMB. Memang aturannya begitu. Dan saya tidak berani melanggar aturan yang ditetapkan. Biarlah dicemberutin, enggak apa-apa,” katanya.
Rachmat menegaskan praktik titip menitip siswa dilarang keras, sejalan dengan arahan tegas dari Gubernur Banten, Andra Soni dan Kepala Dindikbud Banten, Jamaludin. Ia juga menyatakan pada pelaksanaan tahun lalu pun tidak ditemukan adanya kasus titip menitip.
“Alhamdulillah ya, tidak ada titip menitip. Apalagi sudah ada instruksi langsung dari Pak Gubernur. Jikapun ada yang memaksa ke saya, saya tinggal perlihatkan video (arahan) Pak Gubernur saja dan Pak Kadis Dindikbud,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia meminta masyarakat untuk ikut serta memantau dan mengawasi jalannya proses SPMB SMA/SMK tahun ini. Jika menemukan ada oknum yang menawarkan jasa atau mengaku bisa memasukkan calon siswa melalui jalur belakang, masyarakat diminta untuk segera melapor.
“Laporkan! Laporkan ke kami. Nanti akan kami mitigasi dan klarifikasi terlebih dahulu untuk melihat apakah betul ada buktinya,” ujarnya. (IN Rosyadi)









