Gubernur Banten: “Apapun Saya Bongkar Jika Terdindikasi Korupsi”

Gubernur Banten, Wahidin Halim kembali menegaskan komitmennya soal pemberantasan korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. “Apapun akan saya bongkar jika memang terindikasi korupsi,” kata Wahidin Halim seperti yang dilansir siaran pers Diskominfo Banten yang diterima MediaBanten.Com, Selasa (9/4/2019). Menurut siaran pers itu, pernytaan Gubernur Banten itu diungkapkan usai rapat dengan beberapa organisasi pemerintah daerah (OPD) di Rumah Dinas Gubernur Banten, Jalan Ahmad Yani, Kota Serang, Senin (8/4/2019). Gubernur minta agar masyarakat tidak gaduh dan terjebak dengan isu-isu yang dinilai murahan karena akan mengakibatkan gagal paham dengan apa yang tengah…

Baca Selanjutnya

Betulkah Warga Banten Cenderung Toleran Terhadap Korupsi?

Siapa sangka, warga Banten cenderung lebih toleran soal pemberian uang di luar ketentuan saat berhubungan dengan aparatus sipil negara (ASN) atau instansi pemerintah untuk memperlancar urusan atau ucapan terimakasih. Hasil survei Lembaga Survey Indonesia (LSI) di Banten menunjukan, 46% responden menjawab tindakan itu sebagai suatu yang “wajar”. Sedangkan 53% menjawab sebagai hal yang “tidak wajar”. Dibandingkan temuan di tingkat nasional, warga di Banten tampak cenderung lebih toleran terhadap korupsi. Selain itu, dibandingkan suvey yang digelar tahun 2016, toleransi warga terhadap korupsi cenderung meningkat. Demikian rilis hasil survei LSI di Kota…

Baca Selanjutnya

Upaya Pemberantasan Korupsi di Banten Belum Signifikan

Upaya pemberantasan korupsi di Provinsi Banten dirasakan masih belum mengalami perubahan yang signifikan. Karena itu, Gubernur Banten, Wahidin Halim minta para pejabat  di Inspektoran menguatkan perannya dalam melakukan pencegahan korupsi. Gubernur menuturkan, selama tujuh bulan menjabat sebagai gubernur, ia merasakan penanganan pencegahan tindakan korupsi di Banten tetap berjalan lambat. Upaya pencegahan ini tidak akan terwujud jika mentalitas pejabatnya belum mampu merubah pola pikir. “Jadi perlu kerja keras, perlu pengawasan terus menerus, apapun maindset dan pola pikir itu harus bisa diperbaiki, kita rubah kalau mau kita bangun perubahan itu sendiri. Jadi…

Baca Selanjutnya

Gubernur Hadiri Workshop di Kejaksaan Tinggi Banten

Gubernur Banten, Wahidin Halim menghadiri Workshop Peran Strategis Kejakasaan Dalam Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Melalui TP4D Kejaksaan Tinggi Banten, di Aula Kejati Banten, Tembong Jaya, Kota Serang, Kamis (7/12/2017). Selain Gubernur, kegiataan dalam rangka Peringatan Hari Anti Korupsi International tahun 2017 ini dihadiri Kepala Kejati Banten Agoes Jaya beserta jajaran, Wakil Walikota Tangerang, Syahrudin, Wakil Bupati Serang Panji Tirtayasa, Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi, Sekda Kota Cilegon Ati Marliati, Sekda Kabupaten Pandeglang Ferry Hasanudin,  dan BPKP Pusat. Gubernur Banten Wahidin Halim menegaskan, Pemprov Banten dan Kejaksaan siap bersinergi dalam upaya…

Baca Selanjutnya

Kontributor Televisi Swasta Diduga Terlibat “Menghilangnya” Setnov

Seorang kontributor stasiun televisi swasta diduga terlibat dalam “menghilangnya” Setya Novanto, tersangka kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP EL) yang berakhir dengan peristiwa kecelakaan menabrak tiang listrik. Kontributor statsiun Metro TV itu bernama HM. Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) mengalami kecelakan di kawasan Jakarta Selatan, pada Kamis (16/11) malam. Kecelakaan tersebut dialami Setnov saat dalam perjalanan menuju kantor berita Metro TV. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan, sopir yang mengendarai mobil dalam kecelakaan tunggal di Jalan Permata Hijau, Jakarta Barat, HM.  “Makanya kita kenakan Undang-Undang…

Baca Selanjutnya

Presiden RI Minta Setnov Ikuti Proses Hukum

Presiden Joko Widodo meminta agar Ketua DPR Setya Novanto bersedia mengikuti seluruh proses hukum di KPK pasca mengalami kecelakaan lalu lintas. “Saya minta Pak Setya Novanto mengikuti proses hukum yang ada,” kata Presiden Joko Widodo seusai menghadiri sarasehan DPD di gedung Nusantara IV DPR Jakarta, Jumat (17/11/2017) seperti yang diberitakan antaranews.com. Setya Novanto saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Medika Permata Hijau setelah kecelakaan lalu lintas di kawasan Permata Hijau Jakarta Selatan pada Kamis (16/11) malam. Presiden juga yakin proses hukum di KPK akan terus dilakukan. “Saya yakin…

Baca Selanjutnya

KPK Minta Setnov, Tersangka Korupsi KTP-EL Menyerahkan Diri

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Ketua DPR Setya Novanto, tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP-Elektronik dapat menyerahkan diri, setelah sejak pukul 22.00 WIB, Rabu, tim penyidik KPK mendatangi dan tidak berhasil menemukan tersangka di rumahnya Jalan Wijaya XIII Melawai, Kebayoran Baru, akarta Selatan. “Secara persuasif kami himbau SN (Setya Novanto) dapat menyerahkan diri. KPK mendatangi rumah SN karena sejumlah panggilan sudah dilakukan sebelumnya namun yang bersangkutan tidak menghadiri,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (16/11/2017). Saat ini tim KPK masih berada di lapangan dalam konteks pelaksanaan…

Baca Selanjutnya

Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tetap Komitmen Pemberantasan Korupsi

Gubernur Banten, Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy tetap berkomitmen terhadap pemberantasan korupsi sesuai dengan kesepakatan yang telah ditandatangani pada 12 April 2016. Kesepakatan itu disaksikan Ketua DPRD, Kapolda dan Kejati. Penegasan ulang atas komitmen pemberantasan korupsi itu dikemukakan Wahidin Halim, Gubernur Banten dalam rapat evaluasi pelaksanaan rencana aksi pemberantasan korupsi yang digagas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Aula Gedung DPRD Kota Cilegon, Rabu (18/10/2017). Acara ini dihadiri Saut Situmorang dan Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi sebagai tuan rumah perhelatan tersebut. Gubernur Banten, Wahidin Halim mengungkapkan pihaknya sangat…

Baca Selanjutnya

Dirut PT KIEC Ditahan KPK Soal Suap Walikota Cilegon

Gedung KPK di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Tubagus Dony Sugihmukti, Direktur Utama PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk 20 hari di rumah tahanan (Rutan) Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta. Karena diduga ikut menyuap Walikota Cilegon, Iman Aryadi untuk memuluskan perizinan pembangunan Transmart di Kota Cilegon. “Saya beserta keluarga alhamdulillah ikhlas menerima kenyataan ini,” kata Dony di Gedung KPK, Jakarta, Kamis malam. Dony pun yakin, apa yang terjadi saat ini adalah bagian dari rencana Tuhan terhadap dirinya. “Saya sangat menyakini sekali bahwa hal ini merupakan bagian rencana besar Allah SWT terhadap keluarga kami,”…

Baca Selanjutnya