Tewas Ditembak, Babchenko, Jurnalis Perang Pengkritik Presiden Rusia Paling Keras

  • IN Rosyadi
  • 30 Mei 2018
  • Komentar Dinonaktifkan pada Tewas Ditembak, Babchenko, Jurnalis Perang Pengkritik Presiden Rusia Paling Keras
Foto: Istimewa

Arkady Babchenko, jurnalis Rusia tewas ditembak orang belum diketahui identitasnya di dekat rumahnya di Kiev, Ukraina, Selasa malam (29/5/2018). Babchenko yang dikenal sebagai pengkritik paling tajam terhadap Presiden Vladimir Putin itu ditemukan istrinya  tergeletak tak jauh dari rumah, dan meninggal dalam ambulans saat dibawa ke rumah sakit.

Arkady Babchenko sebelummya tentara dalam persang Chech, kemudian beralih menjadi wartawan perang yang paling terkenal. Menurut berita yang dilansir Reutuers, Rabu (30/5/2018), Babchenko yang berumur 41 tahun itu memang berpindah-pindah tempat untuk bersembunyi setelah sering mendapatkan ancaman pembunuhan.

Pada 27 Februari 2017, dia meninggalkan Rusia karena khawatir dengan keselamatannya usai mengkritik kebijakan pemerintah Rusia di Ukraina dan Suriah. Politikus propemerintah di Rusia banyak mengecam Babchenko atas komentar-komentarnya di media sosial soal pengeboman yang dilakukan Rusia di Aleppo, Suriah dan soal karakterisasi Rusia sebagai agresor Ukraina.

Semasa hidup, Babchenko pernah mengulas soal pengiriman kontraktor militer privat Rusia ke Suriah dan menulis soal ditembak jatuhnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH17 pada Juli 2014 di Ukraina bagian timur. Pekan lalu, tim penyidik internasional menyatakan Rusia bertanggung jawab atas tragedi MH17. Rusia berulang kali membantah keterkaitan dengan insiden itu.

Kepolisian Ukraina menduga dia dibunuh terkait aktivitas profesionalnya. “Versi paling pertama dan paling mungkin adalah aktivitas profesionalnya,” ujar Kepala Kepolisian Kiev, Andriy Kryshchenko, saat ditanya soal dugaan motif pembunuhan Babchenko.

Baca: Lonceng Kematian Media Cetak Berbunyi di Kanada

Kryshchenko mengatakan, istri Babchenko masih dalam keadaan shock dan polisi belum bisa berkomunikasi dengannya. Kepolisian Ukraina merilis sketsa wajah seorang pria yang diduga sebagai pembunuh Babchenko. Tersangka itu disebut berusia antara 40-45 tahun, memiliki berewok dan memakai topi.

Dua tahun lalu, seorang jurnalis Belarusia, Pavel Sheremet, yang dikenal kerap mengkritik pemerintah negaranya dan persahabatannya dengan pemimpin oposisi Rusia Boris Nemstov, tewas dalam ledakan mobil di Kiev. “Rezim Putin menargetkan orang-orang yang tidak bisa dipatahkan atau diintimidasi,” sebut anggota parlemen Ukraina, Anton Gerashchenko, yang juga penasihat Menteri Dalam Negeri Ukraina.

Gerashchenko menyebut bahwa Babchenko ditembak oleh seseorang yang menunggunya di tangga di pintu masuk rumahnya, setelah dia pergi keluar membeli roti. Babchenko ditembak beberapa kali dari belakang. “Hari ini di Kiev, di depan apartemen tempat dia tinggal, jurnalis Rusia yang terkenal, Arkady Babchenko ditembak dan dibunuh, dia seorang lawan konsisten rezim Putin dan teman Ukraina,” ucapnya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menuntut pihak berwenang Ukraina untuk segera melakukan penyelidikan atas pembunuhan wartawan Rusia Arkady Babchenko. “Laporan dari Kiev mengatakan seorang warga Rusia, wartawan Arkady A. Babchenko tewas akibat serangan bersenjata di Kiev, di mana dia tinggal secara permanen,” ujar pernyataan tersebut dikutip dari kantor berita Rusia TASS, Rabu (30/5/2018).

“Kami menuntut pihak berwenang Ukraina melakukan segala daya untuk penyelidikan segera. Juga, kami berharap lembaga internasional yang relevan dan LSM akan mengambil proses penyelidikan di bawah kendali mereka”.

Peristiwa ini menjadi catatan penting, atas kekerasan fisik dan pembunuhan wartawan yang terus meningkat di Ukraina. Walau begitu penyelidikan tidak pernah mengarah pada hukuman bagi pelaku. “Kejahatan berdarah dan impunitas (bebas dari hukuman) total telah berubah menjadi rutinitas sehari-hari untuk rezim Kiev,” kata kementerian itu. Rusia menyuarakan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga dan teman-teman Babchenko.

Ombudsperson Rusia Tatyana Moskalkova mengatakan, dia berencana untuk meminta rekan Ukraina-nya untuk mengambil alih kendali atas penyelidikan ini. “Saya meminta Verkhovna Rada (Parlemen Ukraina), Komisaris Hak Asasi Manusia Lyudmila Denisova untuk mengambil kendali atas investigasi pembunuhan wartawan untuk memastikan penyelidikan yang tidak bias, menyeluruh dan adil,” katanya.

Perwakilan OSCE untuk Kebebasan Media, Harlem Desir, telah mendesak pihak berwenang Ukraina untuk melakukan penyelidikan langsung dan penuh. “Ngeri dengan laporan bahwa wartawan terkenal Rusia Arkady Babchenko ditembak dan dibunuh di rumahnya di Kiev,” kata dia. “Saya meminta pihak berwenang Ukraina untuk melakukan penyelidikan langsung dan penuh. Saya bersama keluarga mendiang”.

Selain itu, Komite untuk Melindungi Wartawan Kantor Eurasia, meminta otoritas Ukraina harus melakukan investigasi yang cepat dan efisien terhadap pembunuhan ini. “Kami meminta kepada pihak berwenang Ukraina untuk secara menyeluruh, efektif, dan secara independen menyelidiki pembunuhan Arkady Babchenko, dan untuk menemukan semua yang bertanggung jawab atas kejahatan brutal,” kata CPJ Eropa dan Koordinator Program Asia Tengah, Nina Ognianova, dikutip dari Twitter-nya. (Dari Berbagai Sumber / IN Rosyadi)