Ekonomi

Pasar Ciruas Semrawut, Sampah Bertumpuk dan Becek

Pasar Ciruas, Kabupaten Serang semakin terlihat semrawut, mulai dari sampah yang semakin menumpuk, genangan air yang membuat jalan di pasar menjadi becek hingga parkir liar yang terlalu memakan bahu jalan.

Sampah yang menumpuk bekas dari pedagang pasar yang jarang dibersihkan, menjadikan bau yang tidak enak. Tidak hanya itu, semua sampah yang ada di Pasar Ciruas menumpuk di bagian samping jalan utama Serang-Jakarta.

Parkir liar mulai dari motor hingga truk-truk besar yang parkir diarea depan pasar terlalu memakan bahu jalan, membuat lalu lintas setempat terganggu, sehingga menjadikan macet.

Selain semrawut, Pasar Ciruas terlihat kumuh. Terdapat beberapa genangan air yang menjadikan pasar becek. Jika turun hujan, bagian depan pasar cukup tergenangi air setinggi mata kaki orang dewasa.

Tidak hanya genangan air, terdapat juga lumpur yang basah ketika turun hujan dibagian luar dan dalam pasar, menjadikan pasar semakin terlihat kumuh.

Air hujan yang membasahi sampah, membuat bau sampah semakin menyebar karena air dari sampah mengalir kemana – mana.Bagian lantai kedua pasar yang terlihat tidak terpakai menjadi terbengkalai begitu saja.

Beberapa orang yang mengunjungi pasar merasa tak nyaman dan mengaku tidak betah ketika berbelanja, karena keadaan pasar yang dinilai kumuh dan semrawut tersebut.

“Enggak betah aja si kalau keadaan pasarnya kaya gini, ngga nyamannya karena bau sampah” ujar Siti pengunjung pasar.

Pasar yang berada di Citerep, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang tepatnya diperempatan jalan Ciruas membuat pengguna jalan merasa terganggu karena parkir liar yang menjamur dibahu jalan.

“Cukup terganggu juga karena kan banyak banget yang parkir dipinggiran jalan, bisa buat macet juga kan” ujar Aldi seorang pengguna jalan.

Pasar yang keberadaannya di perempatan dengan keadaan lampu merah yang tidak berfungsi, hingga mobil angkot yang menunggu penumpang didepan pasar, sering berparkir disembarang tempat, menjadikan lalu lintas setempat di jalan utama Serang-Jakarta menjadi macet. (Adam Maulana)

Editor Iman NR

Adam Maulana

Back to top button