Walikota Tangerang: Pusat Diminta Antisipasi Dampak KA Bandara Bagi Penumpang KRL

Foto: Istimewa

Walikota Tangerang, Arief Wismansyah minta pemerintah pusat menyediakan transportasi massal yang berhubungan dengan Jakarta. Sebab keberadaan Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta yang baru diresmikan Presiden RI, melintasi Kota Tangerang. Perlintasan ini berdampak menurunkan intensitas KRL yang selama ini digunakan dari dan menuju Kota Tangerang.

“Kami bangga adanya kereta bandara yang aksesnya lewat Kota Tangerang, tetapi pemerintah pusat harus mengantisipasi dampak penurunan intensitas pengguna KRL,” kata Arief Wismansyah, Walikota Tangerang, Selasa (2/1/2018).

“Kalau tidak diantisipasi, nantinya masyarakat akan kembali menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi online yang tentunya akan berdampak pada kemacetan ruas jalan penghubung dengan Jakarta,” ujar Arief.

Baca: Presiden RI Resmikan Pengoperasian KA Bandara Soekarno-Hatta

Arief mengakui  KRL sudah menjadi  primadona bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan menuju Jakarta. “Data pengguna KRL cukup tinggi, tahun 2016 data penggunanya hampir 10 juta penumpang. Melonjak 2,5 juta penumpang dalam kurun waktu 2 tahun dibanding tahun 2014,” kata dia.

Dia mengharapkan Kementerian Perhubungan mengembangkan alat transportasi massal di kota Tangerang yang berhubungan langsung dengan kota Jakarta sebagai pilihan bagi masyarakat agar mau beralih dari penggunaan mobil pribadi dan untuk mengurangi kemacetan.

“Contohnya koridor 13 yang belum lama diresmikan juga yang sekarang bisa mengurangi kemacetan di wilayah Ciledug dan perbatasan Jakarta, walaupun aksesnya baru sampai Puribeta,” kata dia.

KA Bandara Soekarno-Hatta melalui Stasiun Sudirman Baru (BNI City), Stasiun Batu Ceper, dan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta dengan tarif Rp70.000 untuk sekali perjalanan. (antaranews.com)

Berita Terkait