Wagub: Banten Urutan Ke-9 Besar Produsen Beras Secara Nasional

Banten menduduki urutan kesembilan besar produsen beras secara nasional dengan luas panen 325.333 hektar dan menghasilkan 1.655.170 ton gabah kering giling (GKG) atau setara 937.815 ton beras.

Demikian data Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat per 1 Maret 2021 yang dikutip Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy saat menutup Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Banten tahun 2021 secara virtual, Kamis (8/4/2021).

Menurut Andika, selain sebagai produsen beras, Pemprov Banten juga telah menyalurkan beras cadangan sebanyak 831.830 Kg untuk 83.183 kepala keluarga di 603 desa dan 83 kecamatan.

Wakil Gubernur Banten berpesan agar peserta Musrenbang tetap optimis dalam menghadapi Covid 19 yang telah berlangsung lebih setahun ini. “Saya berharap agar seluruh Kepala OPD mengedepankan optimisme bahwa perekonomian Banten akan pulih seiring telah dilaksanakan vaksinasi Covid 19 di wilayah Provinsi Banten,” kata Andika.

Andika meminta perangkat daerah Pemprov Banten dapat mendorong daya beli masyarakat melalui dukungan kelancaran bansos dan kelancaran usaha UMKM. Selain itu, pembangunan infrastruktur dan konektivitas antar wilayah dengan pola padat karya untuk mengurangi kesenjangan pembangunan, serta optimalisasi pertanian dan UMKM sebagai katup pengaman perekonomian.

Optimisme juga layak dikedepankan, kata Andika mengingat Provinsi Banten telah memiliki Perda Penanggulangan COVID-19 sebagai landasan hukum bagi pelaksanaan program dan kegiatan penanggulangan Covid-19 secara optimal mulai dari perencanaan, pencegahan, penegakan dan peningkatan peran serta masyarakat.

Terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sendiri, sedikitnya sudah sebanyak 253 ribu sasaran prioritas mendapatkan vaksin dalam dua tahap vaksinasi. Vaksinasi tahap I bagi nakes dan tenaga pendukung di fasilitas kesehatan diberikan kepada

45.566 orang dengan jumlah vaksin 96.280 dosis.Sedangkan untuk vaksinasi tahap II, sudah dilakukan sebanyak 20.130 vial dengan jumlah sasaran sebanyak 85.552 sasaran yang terdiri dari lansia, petugas lapangan & pelayan publik.

Optimisme juga perlu dikedepankan, kata Andika, mengingat, Pemprov Banten telah memberikan bantuan sosial sebagai jaring pengaman terhadap warga rentan terdampak ekonomi di masa pandemi ini. Diungkapkan, bansos telah diberikan pada tahap ke-1 kepada 408.521 keluarga penerima manfaat (KPM) dengan jumlah bantuan sosial mencapai Rp 229,6 miliar. Sedangkan tahap ke-2 bantuan sosial diberikan kepada 360.168 KPM dengan nilai bantuan sosial mencapai Rp 201,5 miliar.

“Jaringan pengaman sosial diberikan kepada masyarakat rentan terdampak Covid-19 diharapkan dapat meringan beban masyarakat rentan terdampak untuk meningkatkan daya beli dan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” katanya.

Harus Solutif

Terakhir, Andika meminta Musrenbang jangan menjadi kegiatan rutin dan seremonial belaka tanpa ada solusi adaptif yang dapat diimplementasikan dalam penyelesaian masalah-masalah riil yang perlu segera ditangani.

Menurut Andika, OPD harus fokus pada implementasi strategi dengan mengkonsultasikan dan memformulasikan program untuk mencapai target indikator makro pembangunan.

Selain itu, kata dia, untuk mencapai target indikator makro pembangunan diperlukan sinergi dengan perangkat oemerintah jabupaten/kota mengingat capaian indikator Provinsi Banten merupakan kumulatif capaian indikator kabupaten/kota yang tidak hanya mencerminkan kinerja provinsi, tapi juga merupakan akumulasi dari kinerja perangkat daerah pemerintah kabupaten/kota. (Rilis Tim Media Wagub Banten)


Apakah Artikel Ini Bermanfaat? Silakan Berdonasi. Klik Tombol Di Bawah Ini.
donate-button

Berita Terkait