Ini Fakta Belum Sinkron Soal Pembunuhan Sekeluarga di Waringinkurung

pembunuhan satu keluarga di waringinkurung

Ini ketidaksinkronan antara fakta dan keterangan dalam peristiwa pembunuhan satu keluarga di Waringinkurung, Kabuapten Serang, Selasa (13/8/2019). Korban yang tewas adalah Rustiandi (33) dan anaknya, A (4). Sedangkan Siti Sadiyah selamat dalam peristiwa itu dan kini dalam perawatan di RSUD Banten.

Fakta dan keterangan yang tidak sinkron itu antara soal pelaku berjumlah dua orang, membunuh karena ketahuan mencuri HP untuk membayar cicilan di bank dan lainnya. Hingga saat ini, polisi hanya menangkap satu pelaku, bukan dua seperti yang dijelaskan sebelumnya.

“Memang ada ketidak sinkronan yang kita ketahui dari awal, keterangan dari korban itu dua, namun pelaku menyampaikan kepada kami, bahwa pelaku melakukan pembantaian seorang diri,” kata Kasatreskrim Polres Serang Kota, AKP Ivan Adhittira, ditemui di Mapolres Serang Kota, Kamis (22/8/2019).

Pelaku pembantaian bernama Samin, ditangkap oleh tim gabungan antara Polres Serang Kota dan Polda Banten, dibantu oleh Polres Tulang Bawang, Lampung, pada Selasa 20 Agustus 2019 sekitar pukul 07.00 wib di rumah orang tuanya, di Tulang Bawang, Lampung.

Baca:

Tunggu Korban Pulih

Guna merangkai kronologis yang terputus itu, pihak kepolisian menunggu pulihnya saksi korban yang baru selesai melakukan operasi luka bibir hingga pipi kirinya. Sehingga Siti Sa’diyah bisa bercerita dengan utuh kronologis kejadian pembantaian terhadap suami dan putranya yang bermotif pencurian handphone (hp).

Hingga saksi korban pulih dan bisa dimintai keterangan, pihak kepolisian dari Polres Serang Kota terus mendalami pelaku dengan memintai keterangan nya.

“Saat ini masih terus kita lakukan pemeriksaan tambahan, terkait cara bertindak pelaku, kemudian setelak paska kejadian pelaku melarikan diri dan hingga tertangkapnya pelaku di Lampung,” terangnya.

Pengakuan Samin, pelaku pembantaian satu keluarga ke pihak kepolisian, dirinya baru pertama kali mencuri dan membunuh orang. Alasannya mencuri hp milik korban, karena memang terdesak kebutuhan ekonomi.

“Berdasarkan keterangan pelaku, memang baru pertama kali, motifnya ekonomi kemudian terdesak (membantai satu keluarga). Karena ada keinginan tapi tidak ada uang, dia berpikir pendek untuk melakukan pencurian,” jelasnya. (Yandhi Deslatama)

Berita Terkait