Karena Mencuri HP, Pelaku Bunuh Sekeluarga di Waringinkurung

Kabid Humas Polda Banten

Tim gabungan antara Polres Serang Kota dan Polda Banten menangkap Samin (29) pelaku pembantaian satu keluarga, Rustiadi (33) dan putranya A (4). Sedangkan istrinya, Siti Sa’diyah (24), berhasil selamat.

Pelaku pembunuhan bernama Samin (29), di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, pada Selasa pagi, 20 Agustus 2019, sekitar pukul 07.00 wib dan kini sedang dalam perjalanan menuju Kota Serang, Banten.

“Tim Resmob Polda Banten dengan Satreskrim Polres Serang Kota menangkap satu orang yang di duga kuat, pembunuhan satu keliarga atas nama Samin (29). Setelah kejadian pelaku kabur ke Lampung, di Kabupaten Tulang Bawang,” kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardy, saat konferenai perss di Mapolda Banten, Selasa (20/08/2019).

Berdasarkan pengakuan pelaku terhadap anggota kepolisian yang menangkapnya, Samin pada Senin malam, 12 Agustus 2019, nongkrong disuatu tempat dengan teman-temannya sesama kuli bangunan. Kemudian sekitar pukul 01.00 wib hingga 02.00 wib, pada Selasa dini hari, 13 Agustus 2019, pelaku pulang.

Baca:

Pintu Terbuka

Diperjalanan, pelaku pulang melewati rumah korban, Rustiadi (33), yang pintu bagian depannya tidak tertutup rapat. Samin memarkirkan sepeda motornya disamping rumah korban dan masuk secara mengendap-ngendap untuk mengambil handphone korban.

“Tiga korban tidur di (kasur) lantai, pelaku mengambil hp assus yang di cas di depan tv ruang keluarga. Pelaku tidak sengaja menyangkut kabel dan korban terbangun,” terangnya.

Korban yang terbangun membuat pelaku kalap, kemudian memukuli Rustiandi. Secara berurutan, istrinya terbangun kemudian dipukul dan ditusuk oleh Samin. Begitupun anaknya. Rustiadi dan putranya A, tewas dilokasi kejadian. Sedangkan istrinya, Siti Sa’diyah berhasil selamat. 

Korban dipukul dan ditusuk oleh Samin menggunakan balok dan patok kayu yang ujungnya runcing, yang di dapat dari pekarangan rumah korban.

“Pelaku melihat sebongkah patok dan balok, di ambil pelaku, mengantisipasi ketahuan dan untuk jaga diri. Patok dan balok dibuang kebawa sofa rumah korban,” jelasnya. (Yandhi Deslatama)

Berita Terkait