Warga Banten Mau Libur, Hati-hati Macet di Tol Cikampek

Foto: Istimewa

Warga Banten yang akan melakukan perjalanan untuk berlibur panjang Maulid Nabi SAW ke arah timur seperti Bandung atau daerah Jawa Tengah, diharapkan lebih berhati-hati ketika melalui jalan tol Jakarta-Cikampek. PT Jasa Marga Tbk, pengelola jalan tol itu memperkirakan volume kendaraan melalui Gerbang Tol Cikarang Timur akan monjak drastis.

PT Jasa Marga memprediksi lonjakan arus lalu lintas mencapai 31,14%. “Prediksi kami naik sebesar itu. Puncak arus mudik melalui GT Cikarang Utama arah Jakarta terjadi pada H-1 yakni Kamis 30 November 2017,” kata AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru saat dihubungi di Jakarta, Kamis (30/11) dikutip Antara.

Menurut dia, volume kendaraan akan meningkat sebanyak 98.065 kendaraan. Artinya, arus lalu lintas di GT Cikarang Utama naik sebesar 31,13 persen dari lalu lintas normal sebesar 74.785 kendaraan. Karena itu, lanjut Heru, sejumlah langkah sudah disiapkan guna mengantisipasi kemacetan sangat panjang akibat antrean di GT Cikarang Utama. Antisipasi itu antara lain singkronisasi pelaksanaan tahapan pekerjaan sejumlah proyek di ruas ini.

Baca: Abu Vulkanik Gunung Agung, Dibatalkan 445 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai

“Bisa juga pengaturan distribusi atau pengurangan beban lalu lintas pada kondisi jam puncak dengan pengalihan rute perjalanan di tol dan atau ke jalan arteri alternatif,” katanya.

Selain itu, peningkatan kapasitas lajur dengan rekayasa lalu lintas ‘contraflow’ atas diskresi pihak kepolisian. “Kapasitas GT Cikarang Utama dengan menggunakan gardu bolak balik dan gardu bergerak di GT Cikarang Utama pada jam-jam padat menjadi 20 gardu masuk dan 31 gardu keluar,” katanya.

Pengaturan dengan buka tutup di tempat istirahat saat terjadi kepadatan dan pengoperasian kantung parking (parking bay) di Km 18 A, Km 41 A, Km 59 A, Km 58 B dan Km 34 B. Terakhir, kata Heru, memaksimalkan fungsi media komunikasi antara lain twitter dan JMCARe.

“Pengguna lalin juga harus siap. Cek kendaraan dan pastikan uang elektronik pastikan cukup,” kata Dwimawan Heru. (IN Rosyadi)

Berita Terkait