Ssst! Setelah Tsunami Selat Sunda, ASN Pemprov Banten Boleh Lagi Rapat di Hotel

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan Pemprov Banten akan meninjau kembali kebijakan pelarangan rapat-rapat dinas di hotel yang selama ini diberlakukan kepada OPD (organisasi perangkat daerah) di lingkungan Pemrpov Banten. Hal itu dilakukan agar okupansi atau tingkat hunian hotel di Kawasan Anyer, Kabupaten Serang dan Carita, Kabupaten Pandeglang bisa kembali setelah menurun drastic karena terdampak bencana tsunami Selat Sunda akhir Desember tahun lalu.

“Hal ini diharapkan dapat men-triger wisatawan untuk kembali datang ke Anyer dan sekitarnya karena yakin bahwa Anyer sudah aman dari potensi bencana seperti yang terjadi kemarin,” kata Andika disambut tepuk tangan peserta rapat koordinasi pemulihan sector pariwisata yang digelar Kementerian Pariwisata di Hotel Marbella Anyer, Kabupaten Serang, Jumat (11/1/2019).

Hadir pada rapat tersebut Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Lampung Rido Ficardo dan kepala daerah kabupaten/kota di Banten dan Lampung yang terdampak bencana tsunami Desember lalu.

Diungkapkan Andika, beragam potensi wisata unggulan terdapat di sepanjang kawasan wisata pantai Anyer-Carita-Tanjung Lesung mulai dari wisata bahari, wisata sejarah, wisata religi dan wisata cagar alam. Potensi wisata bahari di Provinsi Banten sangat potensial dengan 82 jumlah pantai dan panjang garis pantai sepanjang 509 km, khusus pantai di wilayah Selat Sunda mencapai terdapat 54 pantai dengan garis pantai sepanjang 97,6 km.

Baca: Wagub Banten Hadiri Rakor Pemulihan Selat Sunda Bangkit di Anyer

“Sebagaimana kita ketahui bersama, sektor pariwisata menjadi penghasil devisa tertinggi pada tahun 2017. Saat ini, pariwisata menjadi kontributor devisa terbesar kedua di atas sektor migas dan setelah industry minyak sawit,” papar Andika.

Gubernur Lampung Rido Ficardo dalam sambutannya mengaku pihaknya telah melakukan sejumlah upaya pemulihan industri pariwisata di Provinsi Lampung pasca bencana tsunami di wilayahnya. “Di era milenial ini misalya kalua terkait promosi pariwisata tentu kitaharus bermain di dunia digital. Maka misalnya kamidi Lampung sekarang punya hastag #LampungItuKeren untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Lampung aman untuk wisata pasca-tsunami,” paparnya.

Sementara itu, Menteri Arief mengatakan, rapat koordinasi tersebut digelar untuk merencanakan aksi yang difokuskan untuk pemulihan sumber daya manusia (SDM) dan Kelembagaan kepariwisataan, strategi promosi destinasi pariwisata yang tidak terkena dampak, serta pemulihan destinasi pariwisata yang terdampak.

Pihaknya memproyeksikan aksi pemulihan akan berlangsung dalam tiga bulan yaitu sejak 11 Januari hingga 12 April 2019 mendatang yang kemudian akan dilanjutkan dengan program normalisasi pada 9 bulan berikutnya yakni pada periode 12 April hingga 31 Desember 2019.

“Di antara rencana aksi pemulihan tersebut perlu ada relaksasi bagi industri pariwisata. Kami telah mengusulkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pihak terkait untuk memberi relaksasi keuangan termasuk cicilan ke bank. Salah satu aksi yang juga dilakukan di Bali dan Lombok ketika terkena musibah bencana gempa beberapa waktu lalu,” ujarnya. (Tim Media Wagub Banten)