Pertumbuhan Ekonomi Banten 5,37 %, Kedua Tertinggi di Pulau Jawa
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat, pertumbuhan ekonomi Banten pada tahun 2025 mencapai 5,37 persen secara tahunan (year-on-year), yang menempatkan Banten sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Jawa.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, Ameriza M Moesa di Tangerang, Kamis, menyatakan bahwa angka pertumbuhan ini melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa sebesar 5,30 persen dan pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,11 persen.
“Kita berada di jalur yang benar (on the right track). Di Pulau Jawa, kita hanya berada di bawah Daerah Istimewa Yogyakarta yang tumbuh 5,49 persen. Mengingat skala ekonomi Banten yang jauh lebih besar, pertumbuhan 5,37 persen ini adalah capaian yang sangat positif,” ujar Ameriza.
Ameriza memaparkan bahwa mesin utama penggerak ekonomi Banten adalah sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, real estate, serta pertanian. Kinerja investasi yang menembus Rp130 triliun menjadi pendorong utama pada sisi lapangan usaha.
Dari sisi permintaan, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) memberikan kontribusi signifikan, yakni mencapai sepertiga dari total struktur ekonomi Banten. Selain itu, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama dengan porsi 50 persen.
“Investasi kita hebat karena mencapai sepertiga ekonomi daerah, biasanya daerah lain hanya 15-20 persen. Hal ini didominasi oleh industri padat modal dan teknologi tinggi (capital intensive), sehingga kinerja ekspor kita tetap tangguh tumbuh 7 persen di tengah tantangan global,” jelasnya.
Ameriza juga menyoroti sektor real estate dan infrastruktur yang terus berkembang, serta kinerja industri kimia, farmasi, dan besi baja yang tetap solid. Optimisme terhadap berlanjut nya tren positif ini didukung oleh angka Purchasing Managers Index (PMI) Banten yang konsisten di atas level 50.
“Indeks PMI di atas 50 menunjukkan bahwa para manajer pembelian masih ekspansif dalam pengadaan bahan baku. Selama aktivitas manufaktur dan investasi terus bergerak, kami optimis pertumbuhan ekonomi Banten ke depan tetap kuat,” pungkas nya. (Oleh Desi Purnama Sari – LKBN Antara)









