Internasional

Medecins Sans Frontieres Resmi Akhiri Misinya di Indonesia

Setelah lebih dari sepuluh tahun bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah Indonesia, Medecins Sans Frontieres (MSF) resmi mengakhiri misinya di Indonesia.

Keputusan tersebut mencerminkan prioritas global Meidecis Sans Frontieres dalam mengalokasikan sumber daya untuk menangani keadaan darurat kemanusiaan yang paling mendesak di dunia.

“MSF pertama kali memberikan bantuan darurat di Indonesia pada tahun 1995, meluncurkan beberapa intervensi selama bertahun-tahun,” demikian siaran pers MSF Indonesia yang diterima MediaBanten.Com, Jumat (17/4/2026).

Sejak tahun 2015, MSF telah membangun kehadiran yang lebih permanen, memulai proyek-proyek baru dan memberikan dukungan berkelanjutan kepada Kementerian Kesehatan.

Sepanjang dekade ini, MSF telah merespons berbagai keadaan darurat besar, termasuk gempa bumi Pidie Jaya tahun 2016, gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah tahun 2018, tsunami Selat Sunda, serta banjir di Aceh dan Sumatera Utara.

Selama pandemi COVID-19, MSF mendukung Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) Kementerian Kesehatan dalam upaya mitigasi dampak virus tersebut.

Selain itu, MSF menjalankan program kesehatan remaja di Provinsi Banten, dengan menyediakan layanan kesehatan yang berfokus pada kesehatan mental, seksual, dan reproduksi di puskesmas, masyarakat, maupun sekolah-sekolah.

Selama dekade tersebut, lebih dari 50.000 orang menerima layanan medis dasar gratis dari MSF, dengan ribuan orang lainnya mendapatkan manfaat dari dukungan kesehatan mental.

Layanan air, sanitasi, dan kebersihan MSF juga membantu mencegah terjadinya wabah penyakit di kamp-kamp pengungsian selama masa tanggap darurat.

“Perjalanan ini menjadi bukti ketangguhan, nilai kemanusiaan, dan kolaborasi yang efektif,” ujar Ivan Sinaga, Koordinator MSF Indonesia.

“Kami menutup misi ini dengan rasa bangga atas capaian yang telah diraih, serta rasa syukur atas kemitraan yang kuat dengan pemerintah dan masyarakat Indonesia. Bersama-sama, kami berkembang dari penyedia layanan tanggap darurat langsung menjadi mitra strategis yang berfokus pada penguatan kemandirian layanan kesehatan,” katanya.

Sejak tahun 2022, MSF telah berfokus pada penguatan kapasitas lokal melalui proyek Emergency Hub (E-Hub), dengan melatih lebih dari 1.500 tenaga kesehatan dan petugas tanggap darurat.

Upaya-upaya ini telah sepenuhnya diserahterimakan kepada Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, guna memastikan dukungan berkelanjutan bagi kesiapsiagaan Indonesia dalam menghadapi krisis di masa depan.

“Kemitraan yang telah dibangun dan pengetahuan yang telah dibagikan selama satu dekade terakhir akan terus memberikan dampak,” tambah Sinaga.

“Tenaga kesehatan terampil yang dilatih selama periode ini akan melanjutkan peran penting tersebut. Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh staf, mitra di Kementerian Kesehatan, dan masyarakat Indonesia,” katanya.

Penutupan misi ini juga mencerminkan prioritas global MSF dalam mengalokasikan sumber daya di tengah meningkatnya kebutuhan kemanusiaan akibat konflik bersenjata, perubahan iklim, serta tekanan terhadap pendanaan bantuan global.

“Kami harus mengerahkan sumber daya pada situasi krisis yang paling mengancam jiwa,” jelas Sinaga.

“Dengan demikian, MSF berupaya menjawab kesenjangan mendesak dalam konteks kemanusiaan global yang semakin terbatas. Meski demikian, kami tetap hadir di Indonesia dan berkomitmen untuk kembali memberikan dukungan apabila diperlukan.”

Meskipun MSF mengakhiri programnya di Indonesia, organisasi ini akan terus mendukung mitra lokal, Yayasan Mahajana Sosial Fondasi Indonesia (Y-MSFI), yang bekerja untuk memastikan akses ke layanan kesehatan dan memberikan intervensi medis darurat. (Siaran Pers MSF Indonesia)

Iman NR

Back to top button