Lingkungan

Masyarakat Baduy Konsisten Jaga Alam Cegah Bencana Ekologis

Masyarakat Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten hingga kini konsisten menjaga alam untuk mencegah bencana ekologis yang bisa menimbulkan kerusakan ekosistem hingga menimbulkan korban jiwa.

“Sejak dulu hingga sekarang kita menjaga alam dan hutan tutupan untuk kelanjutan kehidupan manusia,” kata Tetua Adat Baduy Tangtu Tanggungan 12 Saidi Yunior dalam keterangan perayaan Seba 2026 di Rangkasbitung, Lebak, Jumat.

Menurut dia, permukiman hak tanah ulayat Baduy seluas 5.200 hektare merupakan kawasan hulu di Provinsi Banten dengan memiliki puluhan aliran sungai.

Karena itu, kawasan hak tanah ulayat adat harus terjaga dengan baik dan lestari serta hijau, sehingga kondisi air di sejumlah aliran sungai bersih dan jernih.

Begitu juga kondisi habitat alam dan hutan larangan atau hutan tutupan tetap hijau dan tidak menimbulkan kerusakan. Sebab, jika kawasan alam dan hutan itu rusak dipastikan akan terjadi bencana ekologis.

Bahkan, bencana tersebut bisa menimbulkan kerusakan hingga ke wilayah Banten.

Masyarakat Baduy, lanjut dia, juga menjaga 47 gunung yang ada di Provinsi Banten agar tidak dirusak maupun beralih fungsi menjadi kawasan industri untuk kepentingan hidup di dunia.

Sebab, jika gunung tersebut kondisinya rusak dipastikan serapan pasokan air berkurang, bahkan bisa krisis air juga menimbulkan bencana alam.

“Kita sebagai masyarakat adat diberikan amanah leluhur untuk menjaganya agar alam dan hutan tetap hijau dan memberikan kehidupan bagi manusia, terlebih Baduy merupakan kawasan hulu Banten,” kata Saidi.

Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki mengatakan masyarakat Baduy patut diapresiasi dengan menjaga keseimbangan alam, sehingga dapat mencegah potensi bencana alam.

Masyarakat Baduy sangat penting untuk menjaga alam, karena kerusakan hutan dan alam dampaknya mengakibatkan kerusakan habitat dan ekosistem binatang dan manusia.

“Kami sebagai aparat pemerintah tentu melindungi semua alam dan hutan agar tidak dijadikan pertambangan, karena berdampak terhadap kehidupan manusia,” kata Hasbi.

Sementara itu, Kepala Desa Kanekes Lebak Jaro Oom mengatakan perayaan Seba 2026 dihadiri 1.525 orang terdiri dari Baduy Luar dan Baduy Dalam untuk mengunjungi Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki dan Gubernur Banten Andra Soni, Sabtu.

“Kami berharap ritual perayaan Seba berjalan lancar dan kembali ke permukiman hak ulayat adat selamat,” katanya menjelaskan. (Pewarta : Mansyur Suryana – LKBN Antara)

Iman NR

Back to top button