Bank Sampah Gantari Tangerang Jadi Pembelajaran Pengelolaan Sampah
Bank Sampah Gantari di wilayah Paninggilan Utara Ciledug, Kota Tangerang, Banten menjadi pilot project dan pusat pembelajaran pengelolaan sampah bagi pelajar dan warga, karena mampu membuka peluang ekonomi dan menumbuhkan kesadaran.
“Dari yang awalnya hanya untuk mengelola sampah, seperti botol dan plastik, kini menjadi pusat pembelajaran. Kini warga mulai sadar mengelola sampah secara mandiri dan menjaga kebersihan lingkungan,” kata Ketua Bank Sampah Gantari, Warto Pambudi dalam keterangannya di Tangerang, Senin.
Ia menjelaskan Bank Sampah Gantari dibentuk pada tahun 2022, yang berawal dari keresahan, karena banyak sampah berserakan, terutama botol dan plastik.
Sistem pengelolaan sampah juga dibentuk oleh pengurus. Warga diajak untuk mengumpulkan dan menyetorkan sampah anorganik kering, seperti botol plastik, gelas minuman serta kardus dan disetorkan ke Bank Sampah.
Sampah yang diberikan, kemudian dilakukan penimbangan dan hasilnya dicatat oleh pengurus Bank Sampah. Setiap kilo memiliki nilai ekonomi yang bisa dikonversi menjadi uang dan lainnya sesuai kesepakatan bersama.
“Dari yang awalnya kita ajak 18 orang, kini memiliki 200 orang nasabah. Sampah telah menjadi alat yang bernilai dan bermanfaat, terutama kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Dari upaya yang terus dilakukan secara rutin, Bank Sampah Gantari telah mendapatkan sejumlah penghargaan dari tingkat kelurahan hingga Provinsi Banten. “Bank Sampah Gantari juga masuk dalam kategori utama dalam Program Kampung Iklim,” ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang menyebut Bank Sampah Gantari telah menjadi pilot project dan pusat pembelajaran pengelolaan sampah bagi pelajar dan warga umum, karena mampu membuka peluang ekonomi dan menumbuhkan kesadaran.
Lurah Paninggilan Utara Agus Lesmana mengatakan dampak positif yang begitu besar dari adanya Bank Sampah Gantari ini akan dikembangkan ke sekolah – sekolah, terutama dalam pengelolaan lingkungan.
Sebab, banyak pelajar yang datang untuk belajar mengenai pengelolaan sampah berbasis lingkungan, salah satunya dari SMA Yapera melalui program pengabdian masyarakat (P2M). “Oleh karena itu, ke depan akan diintegrasikan dengan program kampung iklim dan sekolah Adiwiyata,” ujarnya.
Agus mengungkapkan jika Bank Sampah Gantari telah menjadi contoh praktik baik pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Karena banyak warga mendapatkan manfaat, seperti tabungan dari penyetoran sampah untuk bayar iuran dan kebutuhan rumah tangga.
“Kita akan terus kembangkan dan kampanyekan mengenai pengelolaan sampah. Apalagi, ini sejalan dengan program Kementerian Lingkungan Hidup,” ujarnya.
Muhammad Imam, siswa kelas XI SMA An – Nurmaniyah dalam keterangannya mengatakan Bank Sampah Gantari telah banyak memberikan edukasi yang baik dalam mengelola sampah, bahkan menghasilkan uang.
“Kami diajarkan mengenai pengelolaan sampah dari hal kecil hingga besar dan ternyata memiliki nilai ekonomi besar jika dikelola dengan baik,” ujarnya. (Pewarta : Achmad Irfan – LKBN Antara)
- Bank Sampah Gantari Tangerang Jadi Pembelajaran Pengelolaan Sampah - 18/05/2026
- DKPP Kab Serang Periksa Kesehatan Hewan Jelang Idul Adha - 18/05/2026
- Infografis: Cara Lapor Hambatan Usaha - 18/05/2026










