InternasionalPemerintahan

Presiden RI Kecewa, Situasi Myanmar Dinilai Makin Memburuk

Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi menyatakan kekecewaannya terhadap situasi Myanmar yang dinilai semakin memburuk. Sebab tidak ada progres signifikan dari implementasi 5 point consensus (PC) atau kesepakatan oleh junta militer setempat.

Kekecewaan Presiden RI, Joko Widodo itu dikutip MediaBanten.Com dari web Presiden RI, Minggu (13/11/2022).

“Indonesia sangat kecewa dengan situasi Myanmar yang semakin buruk, tidak adanya progres yang signifikan dari implementasi 5PC sekaligus kita tidak melihat adanya komitmen dari junta militer untuk mengiplementasikannya,” ujar Presiden Jokowi.

Sebelumnya, selama lima hari di Kamboja, Presiden Jokowi mengikuti lebih dari 20 pertemuan, baik berupa KTT maupun bilateral.

Pada Sidang Pleno KTT ASEAN ke-40, Presiden Jokowi menekankan pentingnya negara ASEAN melakukan upaya maksimal untuk memelihara kesatuan dan sentralitas ASEAN di tengah berbagai tantangan eksternal dan internal.

“Semua tantangan ini hanya dapat dihadapi bila ASEAN bersatu dan kuat. Pertanyaannya, apakah kita masing-masing sudah berupaya maksimal mungkin untuk memelihara kesatuan dan sentralitas ASEAN? Saya tidak ingin kesatuan dan sentralitas ASEAN hanya jadi mantra kosong,” tegas Presiden.

Sementara itu, pada Upacara Penutupan KTT ASEAN Kamboja, Indonesia menerima estafet keketuaan ASEAN dari Kamboja dan akan menjadi Ketua ASEAN pada tahun 2023.

Secara simbolis, Presiden Jokowi menerima palu dari Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, sebagai penanda bahwa Indonesia telah menjadi Ketua ASEAN.

“Sebuah kehormatan bagi Indonesia menjadi Ketua ASEAN tahun 2023. Keketuaan Indonesia akan menjadikan ASEAN Matters: Epicentrum of Growth,” ujar Presiden Jokowi.

“Saya tunggu kehadiran Yang Mulia di Indonesia tahun depan,” pungkasnya.

Usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-40 dan ke-41 serta KTT terkait lainnya di Kamboja, Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Iriana Joko Widodo kembali ke Tanah Air pada Minggu sore, 13 November 2022.

Dari Bandara Internasional Phnom Penh, Presiden Jokowi dan rombongan lepas landas dengan menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia-1 sekitar pukul 15.40 waktu setempat. Presiden direncanakan akan mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Tampak melepas Presiden Jokowi dan Ibu Iriana di tangga pesawat yaitu Menteri Pos dan Telekomunikasi Kamboja, Chea Vandeth.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Tanah Air antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Sekretaris Militer Presiden Laksda TNI Hersan, Kepala Protokol Negara Andy Rachmianto, Komandan Paspampres Marsda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko, dan Sekretaris Pribadi Anggit Noegroho. (* / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button