Sebelum Pasien BPJS Meninggal, Keluhan Tunggu Ruang Rawat di Medsos Dihujat Dokter dan Nakes, Ini Kata Komisi IX DPR RI
Anggota Komisi IX DPR RI Asep Rommy Romaya mengingatkan tenaga kesehatan (nakes) untuk menjaga etika dalam bermedia sosial menyusul viralnya komentar sejumlah tenaga kesehatan terhadap unggahan seorang pasien BPJS Kesehatan yang pasiennya itu meninggal dunia.
Asep Rommy Romaya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan tenaga kesehatan tetap memiliki tanggung jawab moral ketika menyampaikan pendapat di ruang digital.
“Kami mengingatkan meskipun di media sosial para nakes tetap abdi negara yang mempunyai tanggung jawab moral tinggi. Mereka harus berhati-hati saat memberikan komentar atau tanggapan atas isu atau peristiwa karena dampaknya bisa panjang,” katanya.
Menurut Asep, profesi tenaga kesehatan bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga panggilan kemanusiaan sehingga sikap profesional harus tercermin, baik saat memberikan pelayanan maupun ketika menggunakan media sosial.
Ia menilai setiap unggahan atau komentar tenaga kesehatan di media sosial dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap profesi tersebut sehingga harus disampaikan secara bijaksana dan menghormati martabat pasien.
Asep juga mengingatkan setiap tenaga kesehatan telah mengucapkan sumpah atau janji profesi yang menempatkan keselamatan pasien, kemanusiaan, dan penghormatan terhadap martabat setiap orang sebagai prinsip utama.
Selain itu, pelayanan kesehatan harus diberikan tanpa diskriminasi, termasuk tanpa membedakan status kepesertaan BPJS Kesehatan, kelas perawatan, maupun kemampuan ekonomi pasien.
Ia meminta tenaga kesehatan yang terbukti melanggar etika profesi di media sosial diberikan pembinaan dan sanksi sesuai ketentuan agar menjadi pembelajaran bersama.
Kasus ini bermula ketika seorang pasien BPJS, Yurizal, menuliskan pengalamannya menunggu ruang perawatan di media sosial Threads.
Ia mengaku belum mendapatkan ruangan setelah delapan jam di rumah sakit.
Unggahan itu dibalas dengan komentar bernada negatif oleh sejumlah akun yang belakangan diketahui pemiliknya berprofesi sebagai nakes. Komentar-komentar itu lantas mendapat sorotan publik. Dan yang lebih parah, pasien tersebut meninggal dunia. (Oleh Fath Putra Mulya – LKBN Antara)
- Sebelum Pasien BPJS Meninggal, Keluhan Tunggu Ruang Rawat di Medsos Dihujat Dokter dan Nakes, Ini Kata Komisi IX DPR RI - 06/08/2026
- Polres Metro Tangerang Kota Buru Pemasok Utama Obat Keras Ilegal di Kosambi - 06/08/2026
- Komisi III DPR RI Apresiasi Polres Tangsel Gagalkan Peredaran 46 Juta Obat Keras Ilegal - 06/08/2026







