Antisipasi Bencana Banjir, Pemkot Tangerang Lakukan Normalisasi Sungai
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperkuat langkah antisipasi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir, dengan melakukan normalisasi sungai dan drainase di sejumlah titik rawan genangan.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengatakan upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai yang selama ini kerap meluap dan menimbulkan genangan, terutama di sekitar Jembatan Alamanda Periuk hingga arah Total Persada.
“Prinsipnya, kita sedia payung sebelum hujan. Saat kondisi memungkinkan seperti sekarang, kita manfaatkan untuk melakukan normalisasi, termasuk pengerukan dan pendalaman sungai,” ujar Sachrudin saat meninjau proses pengerukan sedimentasi dan pendalaman Kali Ledug, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Selasa.
Selain normalisasi, penguatan turap juga dilakukan untuk memastikan badan sungai lebih siap menahan debit air saat musim penghujan.
“Turapnya harus kuat menahan beban air dan alirannya juga harus dipastikan lancar. Ini bagian dari kesiapan kita menghadapi musim penghujan,” katanya.
Sachrudin menegaskan, kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga kesadaran masyarakat. Ia mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke got, parit, drainase maupun sungai.
“Kalau banjir sudah terjadi, aktivitas masyarakat terganggu dan kesehatan juga bisa terdampak. Karena itu, pencegahan harus kita lakukan bersama sebelum bencana terjadi,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang Taufik Syahzaeni, menjelaskan normalisasi Kali Ledug sepanjang 700 meter telah mencapai sekitar 50 persen dari total target yang ditentukan.
Ia melanjutkan, upaya normalisasi yang difokuskan untuk mengeruk sedimentasi lumpur tersebut ditargetkan dapat dituntaskan pada pekan depan. Target tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi aliran Kali Ledug lebih optimal sebelum memasuki musim penghujan.
“Adanya normalisasi ini diharapkan menjadi langkah mitigasi untuk mengantisipasi luapan dan banjir saat curah hujan mulai tinggi nanti,” katanya. (Pewarta : Achmad Irfan – LKBN Antara)











