Antisipasi Banjir, Pemkot Serang Intensifkan Proyek Infrastruktur Tata Air
Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten, mengintensifkan pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur tata air sebagai upaya penanganan genangan banjir dengan dukungan alokasi anggaran sebesar Rp20 miliar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Wali Kota Serang Budi Rustandi di Serang mengatakan bahwa sejumlah perbaikan meliputi Bendungan Karet dan normalisasi Kali Padek di Kecamatan Kasemen, serta penataan drainase di Jalan Raya Cilegon Drangong dan kawasan permukiman Lontar (Kepandean).
“Dalam rangka kita mengurai banjir, dan Alhamdulillah ini didukung oleh Gubernur Banten Bapak Andra Soni,” ujar Budi.
Budi menjelaskan bahwa perbaikan saluran air dilakukan secara bertahap guna menyesuaikan kondisi elevasi tanah di area rawan genangan. Salah satunya di depan area diler Suzuki, Lontar, Kepandean, yang memiliki perbedaan kontur tanah.
Di samping itu, Wali Kota Serang memohon pengertian dan kerja sama dari masyarakat atas potensi kemacetan lalu lintas yang timbul akibat mobilitas alat berat selama proses pengerjaan konstruksi drainase berlangsung.
“Saya memohon maaf kepada para pengguna jalan, khususnya warga Kota Serang yang melalui jalan ini. Saya mohon doa dan dukungannya agar proyek ini cepat selesai,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala DPUPR Kota Serang Ibra Gholibi menyampaikan bahwa kawasan padat seperti Lontar telah lama menjadi titik rawan banjir menahun. Penanganan fisik baru dapat direalisasikan tahun ini melalui kolaborasi antara Pemkot Serang dan Pemprov Banten.
“Dana hibah sebesar Rp20 miliar dari Pemprov Banten melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Banten difokuskan pada normalisasi drainase di tiga titik prioritas, yakni kawasan Bumi Agung Permai, Lontar, dan Warung Jaud, guna meminimalkan potensi luapan air yang mengancam pemukiman warga,” katanya. (Oleh Desi Purnama Sari – LKBN Antara)











