Agis: Jadi Penilaian Kinerja, Kepala OPD Yang Mampu Jalankan Program Tanpa Dana APBD
Ada yang baru dalam kepemimpinan Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang. Ternyata, penilaian kepala OPD (organisasi perangkat daerah) tidak hanya kompetensi dan prestasi, tapi juga kemampuan untuk berkolaborasi dalam menjalankan program tanpa menggunakan dana APBD.
Pembiayaan dalam menjalankan program pembangunan tanpa dana APBD itu tetap harus sesuai dengan peraturan dan peundangan-undangan, termasuk dana CSR.
Demikian dikemukakan Nur Agis Aulia, Wakil Wali Kota Serang dalam perbincangannya di BantenPodcast dengan host, Beni Hendriana yang dikutip MediaBanten.Com, Senin (19/10/2026).
“Anggaran kita terbatas, apalagi dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat juga terus dipotong yang bisa mencapai lebih Rp400 miliar. Karena itu, kepala OPD diminta untuk kreatif tanpa harus melanggar hukum,” kata Nur Agis Aulai yang dikenal sebagai Juragan Kambing dan Domba.
Kata Agis, mengatasi keterbatasan anggaran, Wali Kota Serang Budi Rustandi sangat rajin menyambangi berbagai pihak mulai dari pemerintah pusat hingga perusahaan-perusahaan yang mau memberikan dana CSR.
“Jika ada program di pemerintah pusat seperti pembangunan jalan, gedung sekolah dan sebagainya, maka Pak Wali Kota Serang terus bersilaturahmi dan berusaha untuk mendapatkannya. Juga kalau ada perusahaan yang mau, Pak Wai Kota tidak sungkan datang. Yang penting semuanya demi kepentingan warga Kota Serang. Semua itu dilakukan agar pembangunan bisa dijalankan tanpa dana APBD yang terbatas,” kata Agis.
Khusus untuk dana CSR, Kota Serang memiliki Forum CSR yang akan memberdayakan dana tersebut untuk kepentingan masyarakat, terutama pembangunan fisik. Misalnya pembangunan Royal Baroe tidak smuanya berasal dari APBD, tetapi ada juga dari dana CSR.
Selain itu, perbaikan drainase dan jalan-jalan juga ada yang dananya berasal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. “Pak Gubernur Banten itu sangat perhatian besar pada Kota Serang, banyak bantuan Provinsi ke Kota Serang,” kata Agis.
13 Program
Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia mengatakan, hampir dua tahun kepempinan Budi Rustandi – Nur Agis Aulia berusaha merealisasikan 13 program yang disebut dalam kampanye, namun memang lebih terlihat dalam pembanguna fisik yang mudah dirasakan oleh warga. Seperti pembangunan jalan, drainse, tempat tempat publik royal baru, stadion dirapihkan, pasar-pasar, sudah ada perubahan.
Sedangkan pembangunan non fisik seperti Serang Mengaji, sudah mulai diralisasikan, namun manfaatkan tidak segera dirasakan seperti pembangunan fisik. Program Serang Mengaji itu mewajibkan murid untuk mengaji sebelum belajar, bahkan ada program sholat Dhuha berjamaah.
Bahkan Pemkot Serang sudah dibentuk satuan tugas ata Satgas yang akan mengawasi jalan Program Serang Mengaji. “Program ini menarik perhatian Gubernur Banten dan katanya akan diterapkan pada sekolah jenjang menengah atas. Ini kan bagus,” katanya.
1.000 Bank Sampah
Soal Bank Sampah, Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia membenarkan adanya target pembentukan 1.000 bank sampah selama 5 tahun untuk mengatasi persoalan sampah yang terus menggunang di Kota Serang.
Dia juga mengakui tidak segera membentuk Bank Sampah begitu menjabat Wakil Wali Kota Serang. “Kami harus membenahi infrastrukturnya dulu. Kami melakukan pengadaan truk sampah, pembenahan TPA Cilowong dan sebagainya,” katanya.
“Persoalan utama adalah selama ini tidak ada pemilahan sampah dari rumah-rumah. Nah ini bisa dilakuan dengan Bank Sampah. Jadi tidak semua sampah dibuang ke TPS dan TPA, ada sampah yang bisa didaurulang dan bermanfaat secara ekonomi.
Saat ini sudah terbentuk 200 bank sampah. Dan Forum Bank Sampah sudah terbentuk untuk merealisaikan target 1.000 bank sampah. Forum ini ada di setiap keluarhan. Pembentukan Ban Sampah secara masif akan dilakukan pada tahun 2027.
“Bank Sampah ini harus mendapatan pengesahan dari DLH Kota Serang. Caranya mudah, mereka bisa daftar ke Forum Bank Sampah yang akan membimbingnya, kemudian mendapatkan pengesahan dari keluarhan dan DLH,” ujarnya.
Forum Bank Sampah yang aktif ke setiap kelurahan. Seenarnya kita terus dorong. Group Koppasus siap melakukan pendampingan. SDN Banjarsari 5. Ini tergantung kepemimpinnan kepala sekolah care atau tidak. Tapi ini Pemkot akan dorong dengan Bank Sampah.
Matahari Kembar
Nur Agis Aulia membantah terjadinya perpecahan antara dia dengan Bui Rustandi sebagai Wali Kota Serang. “Enggak ada itu matahari kembar. Saya harus tahu diri, harus tahu ada dan mentaati pembagian tugas-tugas yang sudah disepekati. Saya harus bisa menempatkan diri sebagai Wakil Wali Kota Serang, bukan sebagai Wali Kota,” katanya.
Juga tidak ada pembagian kewenangan dinas atau badan tertentu. Misalnya dinas a, b, c, d itu jatah Wali Kota Serang. Sedangkan wakil wali kota serang jatanya yang lain-lain. “Tidak ada jatah-jatahan seperti itu,” katanya.
(Sumber: BantenPodcast)
Silahkan tonton lebih detil di di bawah ini:











