Airin: Roda Ekonomi dan PSBB di Tangsel Harus Jalan Bersama

Walikota Tangsel Airin dan Bank Sampah
Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany ketika menghadiri peresmian Bank Sampah. (Foto: Pemkot Tangsel)

Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany mengatakan, penerapan Pembatasan Sosial Bersakla Besar (PSBB) dan memberi kesempatan pergerakan ekonomi harus berjalan bersama. Karena itu, semua pihak harus mendisiplinkan diri dalam menerapkan protokol kesehatan.

Jika harus memilih antara ekonomi dan kesehatan, Airin mengatakan keduanya harus berjalan berbarengan. ” Harus jalan bareng-bareng. Karena ini penting bagi kita semuanya bagaimana pengendalian hulu dan hilir bisa terus berjalan,” terang Airi Rachmi Diany, Walikota Tangsel, Selasa (15/9/2020).

Karena itu, regulasi penerapan protokol kesehatan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih mengacu yang lama meski DKI Jakarta mulai memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara total.

“Jadi kami masih mengacu kepada pergub yang minggu lalu pak gubernur mengevaluasi akhirnya PSBB sewilayah Banten. Kami masih mengikuti pergub yang lama,” ungkap Wali Kota Airin Rachmi Diany.

Baca:

Airin mengaku pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan direktur rumah sakit (RS) se-Tangsel lewat webinar. Ada berapa hal yang mesti disinkronisasi, dan sudah ada solusinya.

Ia mengatakan pemanfaatan Rumah Lawan Covid pun juga dimaksimalkan dengan rumah sakit – rumah sakit yang ada. Ada komitmen dengan rumah sakit swasta untuk menambah fasilitas dengan penambahan kamar.

“Tapi juga harus dibarengi dengan SDM kesehatannya. Maka kami akan bantu, kami dorong perizinannya supaya lebih cepat lagi mengingat waktu yang demikian cepat kalau ada pasien lagi,” tuturnya.

Airin mengatakan ada beberapa contoh, misalnya kesiapan alat pelindung diri mereka siap. Kemudian untuk beberapa obat ada yang kurang dirinya sudah koordinasikan dan komunikasikan dengan kementerian kesehatan mauhpun dinas kesehatan provinsi.

Baca:

Airin berharap di hilir terus dievaluasi sehingga masyarakat yang sakit bisa sembuh. “Bagi orang tanpa gejala isolasi mandiri dengan kualitas yang baik tentu puskesmas dan juga yang lain, gugus tugas akan kami aktivasi. Dan rumah lawan covid masih kami lakukan. Di hulu petugas kemarin sudah diskusi dengan pak kapolres, dan forkopimda, kami akan aktivasi gugus tugas tingkat RT dan RW dengan konsep kalau kemarin cek poin dan bansos. Kalau sekarang mungkin mendorong agar gugus tugas mengingatkan masyarakat berdisiplin dengan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Ekonomi Harus Jalan

Airin mengatakan sektor ekonomian dan kesehatan juga harus berjalan berbarengan meski Tangsel kini kembali masuk zona merah Covid-19. “Alasannya karena mau tidak mau Tangsel adalah wilayah pemukiman, pedagang jasa yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah,” ujarnya.

Jika harus memilih antara ekonomi dan kesehatan, Airin mengatakan keduanya harus berjalan berbarengan. ” Harus jalan bareng-bareng. Karena ini penting bagi kita semuanya bagaimana pengendalian hulu dan hilir bisa terus berjalan,” terang Airin.

Terkait dengan adanya klaster covid-19 perkantoran dan mal, Airin meminta pengelola pusat perbelanjaan mengingatkan pengunjung untuk terus berdisiplin terhadap protokol kesehatan. Setiap 15 menit pengelola mal bisa sering ingatkan pengunjung menggunakan pengeras suara agar tetap patuhi protokol kesehatan.

Airin menuturkan masyarakat mesti sering diingatkan menjaga jarak, pakai masker dan cuci tangan. Ia melihat di beberapa pusat perbelanjaan modern lainnya sudah dilakukan.

“Mudah-mudahan ini menjadi penanda bagi masyarakat yang ada di ruangan tertutup untuk bisa terus mengikuti protokol kesehatan,” tegas Airin seraya berharap tidak ada lagi klaster baru dan membantu Pemkot Tangsel untuk tetap optimis untuk bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (Rivai Ikhfa)

Next Post

Nenek Wartino di Bantaran Irigasi Margaluyu Tak Tersentuh Bantuan

Sel Sep 15 , 2020
Nenek Wartino, tinggal di rumah cucu nya yang berada di bantaran irigasi Desa Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Usianya diperkirakan lebih dari 100 tahun. Nenek ini tidak pernah tersentuh bantuan apapun dari pemerintah setempat. Empat tahun sudah dia tinggal di sebuah rumah berukuran sekitar enam kali enam meter yang […]
Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany ketika menghadiri peresmian Bank Sampah. (Foto: Pemkot Tangsel)