Ati: Cakupan Porgram Cek Kesehatan Gratis di Banten Capai Lebih 5,96 Juta Orang
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mencatatkan cakupan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 2026 yang diselenggarakan di empat kota/kabupaten di dprovinsi itu mencapai 46 persen atau 5.969.889 jiwa atau melampaui target yang ditetapkan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029 sebesar 36 persen.
“Capaian Pemerintah Provinsi Banten per tanggal 19 Agustus sebesar 46,28 persen, yaitu kurang lebih 5.969.889 jiwa dari jumlah penduduk sekitar 13 juta jiwa,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten Ati Pramudji Hastuti dalam keterangan tertulis yang terkonfirmasi di Tangerang, Senin.
Ia mengatakan dari cakupan angka Cek Kesehatan Gratis ini terdapat temuan masalah kesehatan berdasarkan kelompok usia yang dilakukan pemeriksaan, dimana temuan itu masyarakat berusia di atas 15 tahun, hipertensi dan diabetes melitus menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan.
Sementara pada anak-anak berusia di bawah 15 tahun, masalah kesehatan yang dominan, yakni karies gigi atau gigi berlubang dan gangguan penglihatan.
“Kalau di atas 15 tahun hipertensi diabetes, tapi di bawah 15 tahun adalah karies gigi, maka hasil dari CKG ini menjadi kebijakan ke depan, pemerintah harus bertindak sesuai dengan pola penyakit yang ada di Banten,” katanya.
Selain itu, terdapat temuan penyakit TBC pada kelompok rentan, sehingga menjadi perhatian pemerintah daerah tersebut. Dalam hal ini Dinkes Banten terus memperluas skrining TBC melalui program CKG untuk meningkatkan penemuan kasus.
Hingga 19 Agustus 2026, capaian skrining TBC di Banten telah mencapai 63 persen dari target 50.750 kasus atau sekitar 30.450 pemeriksaan.
“Di Banten, alhamdulillah tahun ini meskipun belum selesai sampai 19 Agustus 2026, capaian kita sudah di angka 63 persen dari target 50.750 kasus,” ujarnya.
Untuk memperluas penemuan kasus TBC, pihaknya akan memanfaatkan teknologi rontgen portabel yang terintegrasi dengan telepon seluler untuk membantu proses skrining di lapangan.
“Karena ini sudah uji coba, semua tahapan uji coba 99,99 persen ini semua akurasinya tercapai. Jika ada keraguan, kami tetap konsultasi ke dokter spesialis radiologi itu,” kata dia. (Pewarta : Azmi Syamsul Ma’arif)










