Bawaslu Banten Sesalkan Pelibatan Anak Saat Kampanye Partai Demokrat di Serang

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten menyesalkan pelibatan anak-anak dalam kampanya Partai Demokrat yang dihadiri Agus Harimurti Yudhoyono atau dikenal AHY, anak mantan Presiden SBY  dan Ketua DPD Partai Demokrat Banten, Iti Octavia Jayabaya di Kota Setang, Sabtu (30/3/2019). “Ini pelanggaran terhadap pasal 280 Undang-undang No 17 tahun 2017 tentang Pemillu,” kata Didih  M Sudih, Ketua Bawaslu Banten kepada MediaBanten.Com, Minggu (31/3/2019).

Didih M Sudih mengatakan, pelibatan anak-anak dalam kampanye menjadi perhatian dan evaluasi. Sebab pelibatan anak-anak di bawah umur juga terjadi pada gelar kampanye pada tanggal 24 Maret 2019. Bawaslu Banten sudah memberiman imbauan agar pelaksana kampanye dan partai politik (Parpol) peserta Pemilu agar tidak membawa anak-anak. “Tentu saja kami melakukan evaluasi dan menanganinya sesuai prosedural,” katanya.

Pelibatan anak-anak atau oran di bawah 17 tahun saat kampanye Partai Demokrat berkampanye di gedung Gelanggang Remaja Kota Serang. (Foto: Adityawarman)

Saat kampanye Partai Demokrat di Gelanggang Remaja Stadion MY Ciceri ditemukan banyak anak-anak yang ikut dalam kerumunan kampanye tersebut. Anak-anak itu terlihat di luar dan di dalam gelanggang remaja. Bahkan, anak-anak yang sudah berada di dalam gedung Gelanggang Remaja dibawa keluar oleh orangtuanya. Alasannya, kondisi dalam gedung panas akibat masa yang berjubel.

Eko Susilo, Sekretaris DPD Partai Demokrat Banten yang dimintai tanggapan soal pelanggaran pasal 280 UU No 7 tahun 2017 atau pelibatan anak-anak mengatakan, secara normatif, DPD Partai Demokrat Banten telah mengimbau agar peserta kampanye tidak membawa anak-anak di bawah 17 tahun. DPD Partai Demokrat juga telah melarang anak-anak itu untuk masuk arena kampanye.

“Adapun kalau ada yang bawa anak karena mereka enggak bisa ninggalin, sementara ingin hadir. Insya Allah, kami berusaha untuk mematuhi aturan kampanye secara maksimal,” kata Eko dalam pesannyz melalui WA. (Adityawarman)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait