Sosial

Belum Ada Solusi, Relokasi Warga Akibat Normalisasi Sungai Cibanten

Relokasi lebih 60 keluarga yang menghuni bantaran sungai di Kecamatan Kasemen, Kota Serang yang terdampak proyek normalisasi Sungai Cibanten belum menemukan solusi terbaik.

Pemerintah Kota (Pemkot) Serang masih menunggu Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung dan Cidurian (BBWSC3) yang memiliki proyek normalisasi tersebut untuk bicara solusi atas relokasi warga tersebut.

Nanang Saefudin, Sekda Kota Serang, Senin (2/10/2023) membenarkan, proses normalisasi Sungai Cibanten itu masih terkendala pemukian warga yang menghuni bantaran sungai.

Hingga saat ini Pemkot Serang masih mencari solusi terbaik terkait relokasi warga yang terdampak.

“Inikan proyek dari BBWSC3 dari pemerintah pusat, tentu kita harus duduk bersama dengan seluruh pemangku kepentingan, di situ mencari solusi yang tepat,” katanya.

Nanang mengatakan normalisasi ini dilakukan mengingat kejadian banjir pada 1 Maret 2021 lalu dimana rumah-rumah di bantaran sungai ada yang terbawa oleh arus yang cukup deras.

Memang sudah seharusnya bantaran sungai, kata dia, steril dari pemukiman. Karena jika aliran sungai terhambat oleh bangunan-bangunan liar maka bisa mengakibatkan banjir.

“Sebenarnya kalau merelokasi itu juga bagian dari rasa tanggung jawab kami. Artinya jangan sampai warganya ada, terkena masalah banjir. Kami belum ada rencana, inikan yang punya kewenangan adalah BBWSC3,” ujarnya.

Nanang juga tidak menutup kemungkinan warga yang tinggal di bantaran Sungai Cibanten akan ditempatkan di rumah susun yang dimiliki Pemkot Serang. Namun saat ini pihaknya masih menunggu pemerintah pusat melalui BBWSC3 untuk memberikan solusi.

Selain itu, kata Nanang, masyarakat pada umumnya juga tahu bahwa sepanjang aliran sungai tidak boleh ada bangunan.

“Sebenarnya kalau berbicara bangunan liar, namanya liar ya, harusnya tidak dapat kompensasi. Tapi tentunya pemerintah daerah harus mengukur dari faktor kemanusiaan,” katanya.

Proyek normalisasi Sungai Ciujung dari Kementrian PU muncul setelah Kota Serang mengalami banjar bandang pada tahun 2021.

Banjir bandng itu dituding akibat air Bendungan Sindangheula, Kabupaten Serang dibuka secara serempak setelah hujan lebat yang melanda di bagian hulu dan hilir Sungai Cibanten. (Desi Purnama Sari – LKBN Antara)Nor

Editor Iman NR

*) Berita ini bagian kerjasama diseminasi LKBN Antara dengan MediaBanten.Com.

Iman NR

Back to top button